POLA JABAR – Terjebak kemacetan berjam-jam di jalur arus balik dengan suhu udara yang menyengat bisa menguras cairan tubuh lebih cepat dari yang kita duga. Banyak pemudik menganggap dehidrasi hanyalah rasa haus biasa. Padahal, dehidrasi adalah kondisi medis serius di mana tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang dikonsumsi, sehingga mengganggu fungsi normal organ.

Dalam kondisi kabin mobil yang panas atau terpapar sinar matahari langsung di atas motor, waspadailah gejala-gejala dehidrasi yang sering kali terabaikan berikut ini:

1. Sakit Kepala dan Pusing Berdenyut

Salah satu tanda paling awal otak kekurangan cairan adalah munculnya rasa pening atau sakit kepala yang berdenyut. Secara medis, dehidrasi menyebabkan jaringan otak kehilangan air dan sedikit "menyusut", yang kemudian menarik saraf dan memicu rasa sakit. Jika Anda mulai merasa limbung saat menyetir, segera menepi dan minum air putih.

2. Perubahan Warna Urine Menjadi Gelap

Cobalah perhatikan saat Anda buang air kecil di rest area. Jika urine berwarna kuning pekat atau cenderung oranye, itu adalah sinyal kuat dari ginjal bahwa tubuh Anda sedang mengalami dehidrasi tingkat menengah. Urine yang sehat seharusnya berwarna bening atau kuning pucat.

3. Kulit Terasa Kering dan Kurang Elastis

Coba cubit perlahan kulit di punggung tangan Anda. Jika kulit tidak langsung kembali ke posisi semula (lambat atau tertahan), secara klinis ini disebut penurunan turgor kulit. Kondisi ini menunjukkan jaringan di bawah kulit sudah sangat kekurangan cairan.

4. Mulut Kering dan Napas Berbau