POLA JABAR - Jagung bukan sekadar komoditas pangan biasa. Bagi jutaan orang, tanaman ini adalah fondasi peradaban. Namun, tahukah Anda bahwa jagung yang kita kenal sekarang awalnya hanyalah sejenis rumput liar yang nyaris tidak terlihat berguna?

Berdasarkan catatan sejarah dan data dari Encyclopaedia Britannica, mari kita telusuri perjalanan luar biasa tanaman ini dari pegunungan Meksiko hingga menjadi pilar ketahanan pangan dunia.

1. Awal Mula: Keajaiban Teosinte di Meksiko

Sekitar 7.000 hingga 10.000 tahun yang lalu, penduduk asli di wilayah selatan Meksiko melakukan salah satu pencapaian agrikultur terbesar dalam sejarah manusia. Mereka mendomestikasi teosinte (Zea mays ssp. parviglumis), sebuah rumput liar yang memiliki bulir sangat kecil dan keras.

Berbeda dengan gandum atau padi yang bentuk liarnya masih mirip dengan bentuk budidayanya, jagung mengalami transformasi total. Melalui seleksi benih yang dilakukan selama berabad-abad oleh suku-suku kuno, teosinte perlahan berubah menjadi tongkol jagung yang berisi biji-bijian bernutrisi tinggi.

2. Tanaman Suci Peradaban Kuno

Bagi peradaban besar seperti Maya, Aztek, dan Inka, jagung adalah kehidupan. Dalam mitologi Maya, manusia bahkan dipercaya diciptakan dari adonan tepung jagung.

Tanaman ini memungkinkan bangsa-bangsa tersebut membangun kekaisaran besar karena jagung sangat mudah disimpan dalam jangka panjang, mudah dibawa saat mobilisasi perang, dan memiliki adaptasi yang luar biasa terhadap berbagai iklim mulai dari dataran tinggi Andes yang dingin hingga hutan tropis yang lembap.

3. Penemuan oleh Bangsa Eropa dan Ekspansi Global