POLA JABAR - Bagi seseorang yang hidup dengan diabetes, menjaga kesehatan mulut bukan sekadar urusan estetika atau napas segar. American Diabetes Association (ADA) menekankan bahwa hubungan antara diabetes dan kesehatan gusi adalah "jalan dua arah."

Kadar gula darah yang tinggi dapat memperlemah kemampuan tubuh melawan bakteri di mulut, sementara infeksi gusi (periodontitis) justru dapat memicu lonjakan gula darah.

Oleh karena itu, instrumen utama dalam perawatan harian yaitu sikat gigi harus dipilih dengan ketelitian medis, bukan sekadar melihat harga atau warna.

Kriteria Sikat Gigi Ideal Menurut Standar Kesehatan

Pasien diabetes cenderung memiliki gusi yang lebih sensitif dan rentan mengalami gingivitis atau peradangan. Berikut adalah detail yang harus diperhatikan:

1. Bulu Sikat Ekstra Lembut (Extra Soft Bristles) 

ADA sangat menyarankan penggunaan sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut. Tekstur yang keras dapat menyebabkan abrasi pada gusi dan menyebabkan luka kecil.

Pada pasien diabetes, luka sekecil apa pun di mulut memerlukan waktu penyembuhan yang lebih lama dan bisa menjadi pintu masuk bagi infeksi serius.

2. Ukuran Kepala Sikat yang Proporsional