POLA JABAR - Banyak orang beranggapan bahwa semakin keras bulu sikat gigi, semakin bersih pula hasil sikatannya. Padahal, anggapan ini justru berisiko merusak kesehatan mulut dalam jangka panjang. Tren perawatan gigi saat ini mulai bergeser ke arah yang lebih protektif, salah satunya dengan penggunaan sikat gigi berbulu ultra-soft.
Lantas, apakah sikat gigi yang sangat lembut ini efektif membersihkan kuman? Dan siapa saja yang sebenarnya paling direkomendasikan untuk menggunakannya? Mengutip panduan dari Colgate Professional, berikut ulasan mendalamnya.
Mengapa Harus Ultra Soft?
Sikat gigi ultra-soft dirancang dengan diameter bulu yang jauh lebih tipis dibandingkan sikat gigi standar (medium atau hard). Keunggulannya bukan hanya soal kenyamanan, tetapi kemampuannya untuk menjangkau celah sempit di bawah garis gusi tanpa menyebabkan abrasi pada enamel gigi.
Seringkali, tekanan berlebih saat menyikat gigi dengan bulu yang keras dapat menyebabkan resesi gusi kondisi di mana gusi menyusut dan memaparkan akar gigi yang sensitif. Di sinilah peran sikat gigi ultra-soft sebagai langkah preventif.
Siapa yang Paling Membutuhkannya?
Berdasarkan tinjauan klinis, ada beberapa kelompok orang yang sangat disarankan untuk beralih ke sikat gigi jenis ini:
1. Penderita Gigi Sensitif (Hipersensitivitas Dentin)
Jika Anda sering merasa linu saat minum air dingin atau makan es krim, kemungkinan besar enamel gigi Anda menipis. Bulu sikat yang keras akan memperparah kondisi ini. Sikat gigi ultra-soft membantu membersihkan plak tanpa mengiritasi saraf gigi yang terbuka.