POLA JABAR - Fenomena anjing memiringkan kepala ke satu sisi sebuah tingkah laku yang sering terlihat menggemaskan, terutama saat mereka mendengar teguran, nama mereka, atau perintah tertentu sebenarnya adalah subjek yang menarik bagi ilmuwan perilaku hewan. 

Tindakan ini bukanlah sekadar respons acak atau upaya untuk terlihat lucu, melainkan melibatkan proses kognitif dan sensorik yang kompleks. Dalam konteks mendengar suara, memiringkan kepala sering dikaitkan dengan upaya anjing untuk memproses dan mengidentifikasi suara atau kata-kata yang mereka anggap memiliki makna penting atau relevansi pribadi. 

Saat anjing mendengar perintah yang familiar, misalnya "ambil mainanmu" atau "mau jalan-jalan?", mereka mungkin memiringkan kepala sebagai upaya untuk menyerap dan memastikan mereka telah menangkap kata kunci tersebut dengan benar dari rentetan ucapan manusia yang kompleks.

Penelitian modern telah memberikan petunjuk signifikan mengenai hubungan antara perilaku memiringkan kepala dan kemampuan kognitif anjing. Sebuah studi penting yang dipublikasikan dalam jurnal Animal Cognition pada tahun 2021, seperti yang dilaporkan oleh Live Science, menemukan adanya korelasi kuat antara perilaku memiringkan kepala dengan anjing yang memiliki kemampuan mengingat dan memproses nama-nama objek, terutama mainan, secara lebih baik. Anjing-anjing yang terbukti mampu mempelajari sejumlah besar nama mainan sering dijuluki gifted dogs memiringkan kepala mereka lebih sering ketika mendengar pemiliknya menyebutkan nama mainan tersebut, dibandingkan dengan anjing biasa. Hal ini menunjukkan bahwa kemiringan kepala adalah respons yang terkait dengan upaya untuk mencocokkan suara yang didengar dengan memori visual atau konseptual yang tersimpan di dalam otak mereka. Mereka memiringkan kepala seakan sedang memutar ulang dan memverifikasi informasi di benak mereka.

Selain aspek kognitif dan memori, ada dua teori utama yang sering diajukan oleh para ahli perilaku hewan dan dokter hewan, yang keduanya berhubungan dengan mekanisme sensorik anjing: pendengaran dan penglihatan. 

Dari sisi pendengaran, ada dugaan bahwa anjing memiringkan kepalanya untuk melokalisasi sumber suara dengan lebih tepat atau menyesuaikan pinnae (telinga luar) mereka untuk menangkap frekuensi suara tertentu dengan lebih baik. Meskipun anjing memiliki rentang pendengaran yang superior dibandingkan manusia, kemampuan mereka untuk menentukan dari mana arah suara itu datang terkadang kurang akurat. 

Dengan mengubah sudut kepala, anjing secara efektif menyesuaikan posisi telinga tengah mereka terhadap sumber suara, yang dapat memperjelas sinyal audio yang mereka terima, terutama ketika mereka mencoba memisahkan kata-kata kunci dari kebisingan latar belakang atau intonasi manusia yang berbeda-beda.

Sementara itu, teori yang kurang populer namun tetap relevan, seperti yang diajukan oleh Stanley Coren, berfokus pada faktor penglihatan. Anjing memiliki moncong yang panjang, dan moncong tersebut dapat menghalangi pandangan mereka terhadap bagian bawah wajah pemiliknya, khususnya bibir. Beberapa ahli percaya bahwa memiringkan kepala adalah cara anjing untuk mengubah sudut pandang mereka di sekitar moncong. 

Tujuannya adalah untuk mendapatkan pandangan yang lebih jelas terhadap ekspresi wajah manusia, terutama saat kita berbicara atau memberi teguran. Dengan melihat ekspresi wajah dan bahasa tubuh secara keseluruhan tanpa terhalang moncong, anjing dapat mengumpulkan lebih banyak petunjuk visual untuk membantu mereka menginterpretasikan makna dan emosi di balik kata-kata yang mereka dengar, mengintegrasikan informasi visual dan audio untuk pemahaman yang lebih komprehensif.