POLA JABAR - Asma tetap menjadi salah satu tantangan kesehatan kronis yang paling umum di dunia, memaksa penderitanya untuk selalu bergantung pada inhaler. Namun, belakangan ini dunia medis mulai melirik potensi besar dari bahan pangan alami untuk membantu manajemen gejala asma. Salah satu yang paling menonjol dalam laporan Respiratory Medicine Journal adalah buah anggur.

Bukan rahasia lagi jika anggur dikenal sebagai "superfood" karena kandungan antioksidannya yang tinggi. Tapi, bagaimana sebenarnya buah kecil ini bekerja memperbaiki fungsi paru-paru? Mari kita bedah secara mendalam.

Kunci utama khasiat anggur terletak pada senyawa yang disebut Resveratrol. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal kedokteran respirasi, resveratrol memiliki sifat anti-inflamasi yang sangat kuat.

Pada penderita asma, saluran pernapasan seringkali mengalami peradangan kronis yang menyebabkan penyempitan dan produksi lendir berlebih. Resveratrol bekerja dengan cara menghambat pelepasan molekul peradangan (sitokin) di jaringan paru-paru. Hal ini secara signifikan dapat mengurangi tingkat keparahan serangan asma dan frekuensi sesak napas yang muncul.

Selain kandungan kimianya, sifat fisik anggur yang kaya akan kadar air (sekitar 80-85%) berperan penting dalam membantu hidrasi paru-paru. Dalam perspektif fisiologi pernapasan, saluran napas yang terhidrasi dengan baik cenderung lebih elastis dan lebih mudah mengeluarkan mukus atau lendir.

Tekstur lendir yang lebih encer berkat hidrasi yang cukup akan mempermudah silia (rambut halus di paru-paru) untuk membersihkan kotoran dan pemicu asma dari sistem pernapasan kita.

Banyak orang mengupas kulit anggur saat memakannya, padahal di sanalah tersimpan Quercetin. Senyawa flavonoid ini berfungsi sebagai antihistamin alami. Sebagaimana kita ketahui, banyak serangan asma dipicu oleh reaksi alergi.

Quercetin membantu menstabilkan sel mast (mast cells) di dalam tubuh agar tidak melepaskan histamin secara berlebihan saat terpapar debu atau polusi. Dengan mengonsumsi anggur secara rutin, tubuh seolah mendapatkan "perisai" tambahan untuk mencegah penyempitan bronkus yang mendadak.

Penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa mereka yang rutin mengkonsumsi buah-buahan tinggi polifenol, termasuk anggur, memiliki angka kapasitas vital paru yang lebih baik dibandingkan mereka yang jarang mengkonsumsi buah. Kandungan magnesium dalam anggur juga diketahui dapat membantu otot-otot di sekitar bronkus menjadi lebih rileks, yang secara medis dikenal sebagai efek bronkodilator ringan.