POLA JABAR - Bagi banyak orang, teh hanyalah minuman penghangat suasana di pagi hari. Namun, bagi dunia sains dan botani, setiap helai daun teh menyimpan struktur biologis yang kompleks dan menakjubkan. Semua jenis teh mulai dari teh hijau, hitam, hingga oolong sebenarnya berasal dari spesies tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis.

Mari kita bedah lebih dalam mengenai karakteristik botani tanaman ini berdasarkan referensi ilmiah global seperti dilansir dari britannica.com.

Klasifikasi dan Asal-Usul

Secara taksonomi, tanaman teh termasuk dalam keluarga Theaceae dan genus Camellia. Nama "sinensis" sendiri dalam bahasa Latin berarti "dari China," merujuk pada asal historis tanaman ini sebelum menyebar ke seluruh dunia.

Meskipun berasal dari satu spesies, terdapat dua varietas utama yang paling banyak dibudidayakan secara komersial:

Camellia sinensis var. sinensis: Varietas berdaun kecil yang tahan terhadap cuaca dingin, biasanya ditemukan di wilayah pegunungan tinggi seperti China dan Jepang.

Camellia sinensis var. assamica: Varietas berdaun lebar yang tumbuh subur di iklim tropis yang lebih lembap, seperti di Assam (India) dan Indonesia.

Morfologi Tanaman: Akar hingga Daun

Secara fisik, jika dibiarkan tumbuh liar tanpa dipangkas, tanaman teh dapat tumbuh menjadi pohon kecil setinggi 9 hingga 15 meter. Namun, di perkebunan komersial, tanaman ini dijaga agar tetap setinggi pinggang manusia melalui pemangkasan rutin untuk memudahkan pemetikan dan merangsang pertumbuhan tunas baru.