POLA JABAR - Protein sering kali disorot sebagai nutrisi bintang, terutama di kalangan para penggemar kebugaran. Namun, fungsinya jauh melampaui pembentukan otot semata. Protein adalah makronutrien vital yang membentuk dasar setiap sel, jaringan, dan organ dalam tubuh kita. Mulai dari produksi enzim, hormon, perbaikan jaringan, hingga mendukung fungsi kekebalan tubuh, peran protein tak tergantikan.
Memahami berapa banyak dan jenis protein apa yang harus dikonsumsi adalah kunci untuk mencapai kesehatan yang optimal. Institusi terkemuka seperti National Institutes of Health (NIH) di Amerika Serikat sering merujuk pada pedoman yang ditetapkan oleh badan ilmiah seperti National Academy of Medicine (NAM) untuk memberikan rekomendasi yang berdasarkan bukti ilmiah.
Rekomendasi Diet yang Dianjurkan atau Recommended Dietary Allowance (RDA) adalah angka yang paling sering digunakan sebagai patokan dasar untuk protein. Menurut pedoman umum dari NAM, RDA protein untuk orang dewasa sehat dengan tingkat aktivitas fisik minimal ditetapkan pada:
0,8 gram protein per kilogram berat badan per hari.
Angka ini merupakan kebutuhan minimum yang cukup untuk mencegah defisiensi dan mempertahankan massa tubuh tanpa lemak (otot) pada sebagian besar populasi yang sehat, sekitar 97–98%. Sebagai contoh perhitungan sederhana:
Seseorang dengan berat 64 kg membutuhkan sekitar 51 gram protein per hari (64 kg} times 0.8 g/kg).
Seseorang dengan berat 91 kg membutuhkan sekitar 73 gram protein per hari (91kg} times 0.8 g/kg).
Penting untuk diingat bahwa 0.8 g/kg adalah kebutuhan minimum, bukan target optimal untuk semua individu.
Kebutuhan protein bersifat sangat individual dan dipengaruhi oleh beberapa faktor kritis. Untuk mencapai manfaat kesehatan yang optimal, banyak ahli merekomendasikan asupan protein yang lebih tinggi dari RDA minimum: