POLA JABAR - Siapa yang tidak mengenal aroma segar dari daun mint? Tanaman mungil ini hampir selalu hadir dalam segelas teh hangat, pasta gigi, hingga hidangan penutup yang mewah. Namun, dibalik popularitasnya yang mendunia, tanaman dari genus Mentha ini menyimpan segudang fakta unik yang jarang tersentuh oleh percakapan sehari-hari.

Berdasarkan informasi dari britannica.com, daun mint bukan sekadar tanaman herbal biasa. Ia memiliki sejarah, biologi, dan filosofi yang sangat kuat. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai sisi lain daun mint yang perlu Anda ketahui.

1. Sensasi Dingin yang Merupakan "Trik" Otak

Banyak yang mengira bahwa daun mint benar-benar menurunkan suhu di dalam mulut. Secara ilmiah, hal ini tidak terjadi. Daun mint mengandung senyawa organik bernama mentol. Uniknya, mentol bekerja dengan cara mengirimkan sinyal ke reseptor sensorik bernama TRPM8 pada saraf manusia.

Reseptor ini sebenarnya bertugas mendeteksi suhu dingin. Saat Anda mengkonsumsi mint, mentol "menipu" otak dengan memberikan stimulasi yang sama seperti saat saraf terkena suhu es, padahal suhu tubuh Anda tetap normal. Inilah alasan mengapa air biasa akan terasa jauh lebih dingin setelah Anda mengunyah daun mint.

2. Berakar dari Mitologi Yunani yang Tragis

Nama "Mint" tidak muncul begitu saja. Nama ini memiliki kaitan erat dengan mitologi Yunani kuno. Konon, ada seorang nimfa bernama Minthe yang memikat hati Hades, sang penguasa dunia bawah. Istri Hades, Persephone, yang terbakar api cemburu, kemudian mengubah Minthe menjadi tanaman yang merambat di tanah agar bisa diinjak-injak oleh orang banyak.

Hades yang merasa iba, memberikan aroma yang sangat harum pada tanaman tersebut agar keindahan Minthe tetap bisa dirasakan meskipun dalam bentuk yang berbeda. Sejak saat itu, mint sering diasosiasikan dengan kesetiaan dan daya tarik yang abadi.

3. Simbol Keramahan pada Zaman Kuno