POLA JABAR - Tren mengkonsumsi makanan laut mentah atau setengah matang, seperti marinated crab yang populer di media sosial, memang terlihat menggugah selera. Namun, dibalik kelezatannya, terdapat risiko kesehatan yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah berulang kali mengeluarkan peringatan mengenai bahaya patogen yang bersembunyi di dalam krustasea yang tidak dimasak dengan benar.
Mengkonsumsi kepiting mentah bukan hanya soal risiko diare ringan, melainkan paparan terhadap parasit dan bakteri yang dapat berakibat fatal bagi organ tubuh manusia.
Ancaman Parasit Lung Fluke (Paragonimus)
Salah satu risiko paling spesifik dan berbahaya dari mengkonsumsi kepiting air tawar mentah adalah infeksi Paragonimus, atau yang sering dikenal sebagai cacing isap paru (lung fluke). Parasit ini merupakan organisme yang kerap ditemukan pada kepiting dan lobster air tawar di wilayah tertentu.
Saat seseorang memakan daging kepiting yang terkontaminasi tanpa proses pemanasan yang cukup, larva parasit ini akan masuk ke dalam sistem pencernaan. Namun, perjalanannya tidak berhenti di sana. Larva tersebut dapat menembus dinding usus, masuk ke dalam rongga perut, dan akhirnya bermigrasi ke paru-paru.
Gejala infeksi ini sering kali menyerupai bronkitis atau tuberkulosis (TBC), seperti batuk kronis, sesak napas, hingga batuk berdarah. Dalam kasus yang lebih ekstrem, parasit ini bahkan bisa bermigrasi ke otak dan menyebabkan komplikasi saraf yang serius.
Bahaya Bakteri Vibrio dan Keracunan Makanan
Selain parasit, kepiting mentah adalah inang potensial bagi bakteri Vibrio parahaemolyticus. Bakteri ini secara alami hidup di perairan laut dan dapat berkembang biak dengan cepat pada suhu ruang.
Infeksi Vibrio atau vibriosis biasanya ditandai dengan gejala yang muncul dalam waktu 24 jam setelah konsumsi, meliputi: