POLAJABAR.COM - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengambil langkah tegas dengan memanggil Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, untuk dimintai keterangan resmi. Pemeriksaan ini dilakukan menyusul munculnya kegaduhan publik akibat sebuah lagu ciptaan sang bupati yang berjudul "Lalaki Langit".

Pemeriksaan tersebut difokuskan pada klarifikasi mengenai konten dan latar belakang terciptanya karya musik tersebut yang dianggap kontroversial oleh sebagian masyarakat. Proses permintaan keterangan ini dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri.

Waktu pelaksanaan pemeriksaan telah dijadwalkan pada hari Jumat, 3 Juli 2026, dimulai sejak pagi hari. Bupati Zein dijadwalkan hadir untuk memberikan keterangan penuh guna menjernihkan isu yang beredar luas di ruang publik.

Menurut informasi yang dihimpun, Bupati Purwakarta telah tiba di Kantor Inspektorat Jenderal Kemendagri pada pukul 09.00 WIB. Kedatangan beliau menandai dimulainya serangkaian proses klarifikasi internal oleh pihak Kemendagri.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benny Irwan, mengonfirmasi kedatangan dan proses pemeriksaan yang sedang berlangsung. Beliau menjelaskan bahwa Bupati Zein diterima langsung oleh Inspektur Jenderal sebelum sesi pemeriksaan dimulai.

"Dipanggil kemarin, diundang untuk melakukan permintaan keterangan dan klarifikasi hari ini," ujar Benny Irwan saat dihubungi media pada hari Jumat (3/7/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi sifat formal dari pemanggilan tersebut.

Benny Irwan menambahkan bahwa pemeriksaan tersebut dilaksanakan secara mendalam di ruang khusus. "Jadi beliau sudah datang tadi pagi pukul 09.00 WIB di Kantor Inspektorat Jendral Kemendagri. Diterima Pak Inspektur Jenderal, kemudian dilakukan permintaan keterangan atau pemeriksaan di ruang pemeriksaan lantai 8," kata Benny Irwan saat dihubungi, Jumat (3/7/2026).

Proses pendalaman ini berlangsung cukup lama, yakni mencapai delapan jam, menunjukkan intensitas dan keseriusan Kemendagri dalam menelusuri akar permasalahan kontroversi lagu tersebut. Bupati Zein sendiri disebut telah mengakui adanya kesalahan terkait lagu yang diciptakannya.

Dilansir dari sumber berita, pemeriksaan yang memakan waktu delapan jam ini menunjukkan komitmen Kemendagri untuk memastikan bahwa setiap pejabat publik bertindak sesuai koridor etika dan regulasi yang berlaku. Proses ini diharapkan dapat memberikan kejelasan penuh mengenai situasi yang terjadi.