POLA JABAR - Tomat segar sering menjadi sumber perdebatan di dapur: haruskah disimpan di meja atau di dalam kulkas? Kebanyakan koki dan ahli gizi akan sepakat bahwa menyimpan tomat yang masih segar dan belum matang di suhu dingin adalah sebuah kesalahan besar. 

Temperatur rendah terbukti mengganggu aktivitas enzim yang bertanggung jawab memproduksi senyawa aroma dan rasa pada tomat. 

Akibatnya, tomat kehilangan kekhasannya yang manis dan asam, dan teksturnya menjadi mealy atau lembek. Untuk tomat yang masih keras atau baru dibeli, suhu ruangan adalah tempat terbaik.

Namun, ada kondisi tertentu di mana lemari pendingin bisa menjadi penyelamat, terutama jika tomat sudah sangat matang atau Anda berisiko membusuk jika dibiarkan di suhu kamar. Inilah titik krusialnya yakni tujuannya adalah memperlambat proses pembusukan tanpa mematikan rasanya secara total. 

Pendekatan ini membutuhkan teknik penyimpanan yang presisi untuk meminimalkan kerusakan sel yang disebabkan oleh suhu dingin ekstrem. 

Memahami perbedaan antara tomat segar dan tomat matang adalah kunci untuk menentukan strategi penyimpanan yang paling tepat.

Menurut saran yang sering dibahas oleh panduan kuliner terkemuka seperti EatingWell, jika Anda terpaksa harus menyimpan tomat di dalam kulkas, ada beberapa langkah penting yang harus diikuti. 

Langkah ini bertujuan untuk mengurangi kehilangan cairan dan melindungi kulit buah dari dingin yang menusuk. Penyimpanan yang ceroboh, seperti menaruh tomat dalam kantong plastik tertutup atau di tempat paling dingin, justru akan mempercepat kerusakan kualitasnya.

Langkah pertama dalam penyimpanan yang benar adalah hanya memasukkan tomat yang benar-benar matang sempurna ke dalam kulkas. Tomat mentah atau yang masih hijau akan terhenti proses pematangannya dan rasanya tidak akan pernah berkembang setelah dikeluarkan dari kulkas.