POLA JABAR - Bagi para pecinta kopi, aroma dan rasa yang menggugah adalah sebuah ritual harian.
Namun, pernahkah kita bertanya-tanya dari mana asal biji kopi yang kita nikmati setiap pagi?
Data terbaru dari USDA (Departemen Pertanian Amerika Serikat) untuk periode Desember 2024/2025 memberikan gambaran jelas tentang peta kekuatan produksi kopi dunia.
Brasil, sang raksasa Amerika Selatan, masih memegang takhta sebagai produsen kopi terbesar dengan produksi mencengangkan sebesar 66,400 karung. Angka ini menegaskan posisinya yang sulit digeser dalam industri kopi global.
Di posisi kedua, Vietnam menunjukkan performa yang impresif dengan produksi 30,100 karung. Keberhasilan Vietnam ini tak lepas dari investasi besar dalam teknologi dan praktik pertanian yang berkelanjutan.
Kolombia, yang terkenal dengan kopi arabika berkualitas tinggi, berada di urutan ketiga dengan produksi 12,900 karung. Meskipun produksinya lebih rendah dari Brasil dan Vietnam, kopi Kolombia tetap menjadi favorit di kalangan penikmat kopi karena cita rasanya yang khas.
Indonesia, sebagai negara kepulauan yang kaya akan keanekaragaman hayati, menempati posisi keempat dengan produksi 10,900 karung. Kopi Indonesia memiliki ciri khas rasa yang beragam, tergantung dari daerah asalnya, seperti Gayo, Toraja, dan Mandailing. Sebagai orang Indonesia, saya merasa bangga bahwa kopi kita diakui di dunia.
Ethiopia, tanah kelahiran kopi, berada di urutan kelima dengan produksi 8,360 karung. Kopi Ethiopia memiliki sejarah panjang dan menjadi bagian penting dari budaya masyarakat setempat.
Uganda (6,400 karung), India (6,200 karung), Honduras (5,300 karung), Peru (4,350 karung), dan Meksiko (3,870 karung) melengkapi daftar sepuluh negara penghasil kopi terbesar di dunia.