POLA JABAR - Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan rokok elektrik atau vape telah meningkat secara signifikan, tidak hanya di kalangan dewasa tetapi juga mulai merambah ke usia remaja dan anak-anak. Anggapan keliru bahwa rokok elektrik lebih aman dibandingkan rokok konvensional menciptakan rasa aman palsu di masyarakat. Padahal, bagi sistem pernapasan anak yang masih dalam tahap perkembangan, paparan zat-zat kimia dalam vape dapat menimbulkan kerusakan yang bersifat permanen.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics menyoroti bahwa anak-anak yang terpapar aerosol rokok elektrik—baik sebagai pengguna aktif maupun perokok pasif—menghadapi risiko gangguan kesehatan yang jauh lebih kompleks dibandingkan orang dewasa.
Kerentanan Fisiologis Sistem Pernapasan Anak
Anak-anak bukanlah versi kecil dari orang dewasa dalam hal fisiologi pernapasan. Saluran udara mereka lebih sempit, dan frekuensi pernapasan mereka lebih cepat. Hal ini menyebabkan jumlah bahan kimia yang terhirup per kilogram berat badan menjadi lebih tinggi. Berdasarkan data dari Pediatrics, paparan aerosol vape dapat memicu peradangan pada saluran napas bawah dan meningkatkan risiko gejala asma secara signifikan.
Aerosol yang dihasilkan oleh rokok elektrik mengandung partikel ultra-halus yang mampu menembus jauh ke dalam alveoli (kantong udara di paru-paru). Zat-zat seperti propilen glikol, gliserin nabati, dan berbagai bahan kimia perasa sintetis telah terbukti dapat memicu iritasi kronis. Pada anak-anak, iritasi ini sering kali bermanifestasi sebagai batuk persisten, mengi, dan sesak napas yang sering disalahpahami sebagai infeksi biasa.
Risiko Nikotin dan Kerusakan Jaringan
Selain zat kimia perasa, kandungan nikotin dalam rokok elektrik memiliki efek vasokonstriksi yang mengganggu aliran darah ke jaringan paru-paru yang sedang tumbuh. Studi dalam Pediatrics menunjukkan bahwa paparan nikotin sejak dini dapat memengaruhi perkembangan struktur paru-paru, yang berpotensi menurunkan fungsi paru total saat anak tersebut beranjak dewasa.
Lebih jauh lagi, terdapat risiko kondisi yang dikenal sebagai E-cigarette or Vaping Product Use-Associated Lung Injury (EVALI). Meskipun kasus ini banyak ditemukan pada pengguna dewasa, gejalanya pada anak-anak cenderung lebih progresif dan mematikan karena kapasitas cadangan paru mereka yang terbatas. Gejalanya meliputi nyeri dada, demam, dan kesulitan bernapas yang membutuhkan penanganan medis intensif.