POLA JABAR - Kacang tanah ( Arachis hypogaea ) adalah salah satu tanaman legum yang paling dikenal dan dikonsumsi di seluruh dunia.

Namun, dibalik popularitasnya sebagai camilan, bahan masakan, atau sumber minyak, terdapat kisah sejarah panjang yang melibatkan penemuan kuno, penyebaran global yang luar biasa, dan adaptasi budaya di berbagai benua. 

Berbeda dengan namanya, kacang tanah bukanlah kacang-kacangan sejati, melainkan anggota keluarga polong-polongan yang memiliki karakteristik unik di mana buahnya berkembang di bawah tanah.

Seperti dilansir dari nationalgeographic.com mari kita bahas dan ulik asal usul kacang tanah ini.

Asal-Usul di Amerika Selatan Kuno

Penelitian arkeologi dan botani telah dengan tegas menunjukkan bahwa kacang tanah berasal dari Amerika Selatan. 

Wilayah yang membentang dari Brasil bagian tengah hingga Peru bagian utara adalah tempat dimana tanaman ini pertama kali didomestikasi. 

Bukti tertua keberadaan kacang tanah ditemukan di situs arkeologi di Peru, dengan penanggalan yang menunjukkan bahwa kacang tanah telah dikonsumsi dan dibudidayakan sekitar 7.600 tahun yang lalu. Suku-suku kuno seperti Moche dan Inca di Peru menganggap kacang tanah sebagai sumber makanan yang sangat berharga. 

Mereka tidak hanya mengkonsumsinya secara langsung, tetapi juga menggunakannya dalam ritual keagamaan dan bahkan mengukir motif kacang tanah pada gerabah mereka, menunjukkan betapa pentingnya tanaman ini dalam kehidupan mereka.