POLA JABAR - Siklus hidup penyu laut adalah salah satu kisah migrasi dan ketahanan paling menakjubkan di dunia satwa liar, sebuah perjalanan monumental yang dimulai dari kerentanan mutlak di dalam sebutir telur dan berakhir dengan kembalinya individu dewasa ke pantai yang sama, seringkali puluhan tahun kemudian.
Tahap awal yang paling kritis adalah peneluran, di mana penyu betina dewasa kembali ke pantai tertentu yang secara luar biasa sering kali adalah pantai tempat ia sendiri menetas untuk menggali lubang sarang dan menyimpan ratusan telur.
Proses peneluran ini sangat rentan, dan keberhasilan penetasan sangat dipengaruhi oleh suhu sarang; suhu yang lebih hangat cenderung menghasilkan penyu betina, sementara suhu yang lebih dingin menghasilkan jantan, sebuah fenomena yang dikenal sebagai penentuan jenis kelamin bergantung suhu (Temperature-Dependent Sex Determination).
Setelah menutupi sarangnya dengan hati-hati untuk menyamarkannya dari pemangsa, penyu betina akan kembali ke laut, meninggalkan telur-telurnya untuk menetas sendiri.
Setelah masa inkubasi yang bervariasi tergantung spesies dan kondisi lingkungan, yang umumnya berlangsung sekitar dua bulan, dimulailah tahap kedua yang penuh drama: penetasan dan lari ke laut.
Tukik, sebutan untuk anak penyu yang baru menetas, muncul dari pasir secara beramai-ramai, biasanya di malam hari untuk menghindari panas matahari dan predator diurnal. Momen ini adalah ujian ketahanan pertama mereka. Tukik-tukik ini kemudian menggunakan berbagai isyarat, terutama cahaya bulan yang memantul di permukaan laut, serta kemiringan alami pantai, untuk mengarahkan diri menuju samudra.
Mereka harus berlari secepat mungkin melewati pasir dan menghindari pemangsa seperti burung, kepiting, dan mamalia darat. Keberhasilan mereka mencapai laut tidak mengakhiri bahaya; di perairan dangkal, mereka masih menjadi mangsa ikan besar dan hiu.
Perjuangan awal ini, yang diulas mendalam oleh BBC Wildlife dalam berbagai laporannya, menunjukkan betapa tipisnya peluang hidup seekor tukik untuk mencapai tahap dewasa.
Fase berikutnya, yang paling misterius, adalah "tahun-tahun hilang" (lost years). Setelah berhasil mencapai laut lepas, tukik memasuki fase ini, yang bisa berlangsung antara lima hingga dua puluh tahun, tergantung spesiesnya. Selama periode ini, mereka hidup sebagai penghuni pelagik (samudra terbuka), seringkali mengambang bersama arus dan mencari perlindungan di antara hamparan rumput laut mengambang atau serpihan puing.