POLA JABAR - Anggota Komisi I DPR RI, Imron Amin, menyoroti tayangan program Xpose Uncensored di Trans7 yang dianggap melecehkan kehidupan pesantren.
Dalam salah satu segmennya, muncul kalimat “Santrinya minum susu aja kudu jongkok, emang gini kehidupan pondok?” yang menurut banyak pihak merendahkan nilai-nilai keagamaan serta citra Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, Jawa Timur, dan sosok KH. Anwar Manshur.
Imron menilai, media massa seharusnya berperan mencerdaskan bangsa, bukan menjadi sarana yang menyinggung keyakinan masyarakat.
Ia pun meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk mengambil langkah tegas terhadap Trans7.
“KPI tidak boleh tinggal diam. Hentikan programnya dan audit Trans7,” tegas politisi Fraksi Partai Gerindra itu, dikutip dari dpr.go.id, Senin, 20 Oktober 2025.
Lebih lanjut, Imron mengingatkan peran penting pesantren, kiai, dan santri dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Ia menyinggung peristiwa Resolusi Jihad yang dikeluarkan KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, yang menjadi semangat bagi para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan.
Menurutnya, pesantren bukan hanya tempat pendidikan agama, tapi juga markas perjuangan dan pusat kaderisasi pemimpin bangsa.
Karena itu, ia menilai tayangan yang merendahkan pesantren dapat mencederai nilai sejarah dan perjuangan para ulama.