POLA JABAR - Di era modern yang serba cepat, tidur larut malam seolah telah menjadi gaya hidup yang lazim, terutama di kalangan pekerja produktif dan generasi muda.
Baik karena tuntutan pekerjaan maupun sekadar aktivitas hiburan, banyak orang yang mengabaikan waktu istirahat dan baru memejamkan mata setelah jarum jam melewati angka 12.
Padahal, secara biologis, tubuh manusia memiliki ritme sirkadian yang bekerja sebagai jam internal untuk mengatur metabolisme dan perbaikan sel.
Melanggar jam biologis ini secara terus-menerus bukan hanya menyebabkan rasa lelah di pagi hari, tetapi juga memicu berbagai gangguan kesehatan serius yang berdampak panjang.
Gangguan Ritme Sirkadian dan Hormon
Tubuh kita dirancang untuk merespons siklus terang dan gelap. Ketika seseorang sering tidur di atas jam 12 malam, produksi hormon melatonin yang berperan penting dalam mengatur tidur menjadi terganggu.
Ketidakseimbangan ini tidak hanya membuat kualitas tidur menurun, tetapi juga mengacaukan sistem metabolisme. Akibatnya, tubuh akan kesulitan mengatur suhu, nafsu makan, hingga suasana hati (mood).
Risiko Penyakit Kronis dan Imunitas
Kebiasaan begadang memiliki korelasi kuat dengan penurunan sistem kekebalan tubuh. Saat kita tidur, sistem imun melepaskan protein yang disebut sitokin untuk membantu melawan infeksi dan peradangan.