POLA JABAR – Banyak orang memilih kopi, teh, atau minuman berenergi untuk tetap segar sepanjang hari.
Namun, tanpa disadari, kandungan kafein di dalamnya bisa menjadi penyebab utama sulit tidur di malam hari.
Efek stimulan dari kafein dapat bertahan lama, bahkan hingga 12 jam, sehingga mengganggu kualitas istirahat tubuh.
Kafein bekerja dengan cara memblokir adenosin, zat kimia alami yang memberi sinyal kantuk pada otak.
Akibatnya, tubuh tetap terjaga dan waspada meski sudah waktunya tidur.
Menurut praktisi kesehatan tidur dr. Andreas Arman Prasadja, RPSGT, konsumsi kafein sebaiknya dihentikan minimal 12 jam sebelum tidur agar tidak mengganggu ritme sirkadian.
Selain kopi, sumber kafein juga ada pada teh, cokelat, minuman bersoda, minuman berenergi, hingga camilan seperti es krim rasa kopi.
Mengabaikan asupan ini bisa berujung pada tidur yang terganggu, rasa kantuk berlebihan di siang hari, hingga insomnia.
Kualitas tidur yang buruk akibat kafein bukan hanya membuat tubuh lelah, tetapi juga meningkatkan risiko serius seperti hipertensi, stroke, hingga gangguan jantung.***