POLA JABAR - Kayu manis adalah salah satu bumbu dapur paling umum yang bisa kita temukan di rak supermarket mana pun saat ini. Namun, di balik keberadaannya yang tampak biasa, tersimpan sejarah ribuan tahun yang penuh dengan misteri, intrik perdagangan, hingga peperangan antarnegara. Rempah yang berasal dari kulit bagian dalam pohon genus Cinnamomum ini menyimpan deretan fakta yang akan mengubah cara Anda memandangnya.
Simbol Status dan Mitos Zaman Kuno
Jauh sebelum ia menghiasi permukaan latte atau gulungan roti (cinnamon roll), kayu manis adalah simbol kemewahan yang ekstrem. Pada zaman Romawi Kuno, kayu manis dianggap sebagai barang suci dan sangat mahal. Kaisar Nero, misalnya, konon membakar pasokan kayu manis setahun penuh dalam upacara pemakaman istrinya untuk menunjukkan rasa duka sekaligus kekuasaannya yang tak terbatas.
Keunikan lainnya terletak pada cara para pedagang Arab menjaga kerahasiaan sumber rempah ini selama berabad-abad. Mereka menciptakan mitos luar biasa untuk menakut-nakuti pesaing dan menjaga harga tetap tinggi. Salah satu cerita yang paling populer adalah tentang "Burung Cinnamologus". Konon, burung raksasa ini membangun sarang dari batang kayu manis di tebing yang tinggi dan tidak terjangkau. Para pengumpul harus memancing burung tersebut dengan potongan daging besar agar sarangnya jatuh sehingga mereka bisa mengambil batangnya. Cerita-cerita fantastis ini dipercaya oleh masyarakat Eropa hingga abad ke-15.
Perbedaan Vital: Ceylon vs Cassia
Banyak konsumen tidak menyadari bahwa tidak semua kayu manis diciptakan sama. Di pasar global, terdapat dua jenis utama yang memiliki profil rasa dan kandungan kimia yang sangat berbeda:
Ceylon Cinnamon (Kayu Manis Asli): Berasal dari Sri Lanka, jenis ini dikenal sebagai "kayu manis sejati". Teksturnya lebih rapuh, berlapis tipis, dan memiliki rasa yang lembut serta manis.
Cassia Cinnamon: Ini adalah jenis yang paling umum ditemukan secara luas. Teksturnya lebih keras, tebal, dan memiliki rasa pedas yang kuat.
Perbedaan ini menjadi sangat penting dalam konteks kesehatan. Kayu manis jenis Cassia mengandung senyawa bernama coumarin dalam jumlah yang jauh lebih tinggi. Dalam dosis besar, coumarin dapat berdampak buruk pada kesehatan hati. Sebaliknya, Ceylon memiliki kadar coumarin yang sangat rendah, sehingga lebih aman untuk dikonsumsi secara rutin dalam jumlah banyak.