POLA JABAR - Selama ini, ikan gurame sering kali hanya identik dengan hidangan mewah di restoran keluarga atau menu spesial di akhir pekan. Namun, jika kita menelaah lebih jauh laporan perdagangan dari FAO, ikan yang memiliki pertumbuhan lambat namun bernilai tinggi ini sedang dipersiapkan untuk menjadi komoditas ekspor unggulan. 

Dunia mulai menyadari bahwa gurame bukan hanya tentang tekstur daging yang padat, tetapi juga tentang profil nutrisi yang mampu bersaing dengan ikan air tawar populer lainnya seperti nila atau tilapia.

Laporan terbaru dari FAO Trade Report menunjukkan adanya pergeseran preferensi konsumen global terhadap ikan air tawar yang memiliki karakter daging putih dan rasa yang tidak terlalu amis. Gurame memenuhi kriteria tersebut dengan sempurna. 

Pasar di Asia Timur, Timur Tengah, hingga sebagian Eropa mulai menunjukkan minat yang konsisten terhadap produk perikanan budidaya yang berkelanjutan, sebuah keunggulan yang secara alami dimiliki oleh pola budidaya gurame di Indonesia.

Salah satu tantangan sekaligus peluang yang disoroti dalam peta jalan ekspor adalah standardisasi kualitas. Pasar internasional, terutama Uni Eropa dan Amerika Serikat, menerapkan regulasi ketat mengenai jejak residu serta cara budidaya ikan yang baik. Hal ini sebenarnya menjadi peluang bagi pembudidaya lokal untuk meningkatkan level permainan mereka. 

Dengan menerapkan sertifikasi internasional, nilai jual gurame di pasar ekspor bisa melonjak berkali-kali lipat dibandingkan hanya mengandalkan pasar lokal yang sering kali mengalami fluktuasi harga.

Selain itu, diversifikasi produk menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan di pasar luar negeri. FAO mencatat bahwa permintaan untuk produk olahan siap masak (ready-to-cook) meningkat pesat pasca-pandemi. 

Gurame dalam bentuk fillet atau produk yang telah dibekukan secara cepat memiliki jangkauan pasar yang jauh lebih luas dibandingkan pengiriman ikan utuh. Teknologi pengemasan dan rantai dingin yang mumpuni menjadi jembatan bagi para eksportir untuk memastikan bahwa kesegaran gurame tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen di luar negeri.

Peluang emas ini tentu tidak datang tanpa persiapan. Dukungan kebijakan pemerintah dalam mempermudah akses logistik dan promosi di pameran perikanan internasional menjadi bahan bakar utama.