POLA JABAR -  Hubungan antara konsumsi gula, terutama gula tambahan (free sugars), dan peningkatan risiko penyakit diabetes tipe 2 adalah sebuah fakta yang didukung kuat oleh data epidemiologi dan penelitian klinis global. 

Konsumsi gula berlebih tidak hanya berkontribusi pada penambahan berat badan dan obesitas dua faktor risiko utama diabetes tetapi juga dapat memicu resistensi insulin. Ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula, tubuh merespons dengan memproduksi insulin dalam jumlah besar untuk memindahkan glukosa dari darah ke sel-sel tubuh sebagai energi. 

Seiring berjalanya waktu, jika asupan gula tinggi ini terjadi secara kronis, sel-sel tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin, sebuah kondisi yang dikenal sebagai resistensi insulin, yang merupakan cikal bakal utama diabetes tipe 2. 

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization (WHO)) secara tegas mempromosikan pengurangan asupan gula sebagai salah satu pilar utama pencegahan.

Menurut WHO, anjuran yang direkomendasikan adalah membatasi asupan free sugars (gula tambahan, gula dalam madu, sirup, dan jus buah) hingga kurang dari 10% dari total asupan energi harian, dan idealnya diturunkan menjadi kurang dari 5% untuk manfaat kesehatan tambahan yang lebih optimal. 

Pembatasan ini bertujuan untuk menjaga berat badan yang sehat dan mengurangi beban kerja pankreas, yang bertanggung jawab memproduksi insulin. Untuk orang dewasa dengan diet 2000 kalori, 10% setara dengan sekitar 50 gram (sekitar 12 sendok teh) gula per hari, dan 5% setara dengan 25 gram.

Pencegahan diabetes tipe 2 yang efektif berfokus pada modifikasi gaya hidup holistik, tidak hanya sekadar mengurangi gula. Pencegahan yang paling efektif, sebagaimana ditekankan oleh WHO, meliputi kombinasi dari penurunan berat badan (bagi yang kelebihan berat badan), peningkatan aktivitas fisik secara teratur, dan adopsi pola makan sehat yang tinggi serat (dari biji-bijian utuh, buah, dan sayur) serta rendah lemak jenuh. 

Mengganti minuman manis dengan air putih, memilih makanan utuh alih-alih makanan olahan, serta membaca label nutrisi untuk mengidentifikasi "gula tersembunyi" (seperti sukrosa, glukosa, fruktosa, atau sirup jagung) adalah langkah-langkah praktis yang sangat dianjurkan untuk menjauhkan diri dari ancaman diabetes. 

Pencegahan yang dini dan konsisten adalah kunci untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah perkembangan penyakit kronis ini.***