POLA JABAR – Menjadi orang yang baik dan suka membantu tentu adalah hal positif. Namun, jika keinginanmu untuk membahagiakan orang lain membuatmu sulit berkata "tidak", bahkan saat kamu merasa lelah atau dirugikan, kamu mungkin terjebak dalam fenomena people pleaser.

Meskipun terlihat seperti sifat yang mulia, menjadi people pleaser secara berlebihan menyimpan bahaya tersembunyi bagi kesehatan mental. Mari kita simak ulasannya:

1. Apa Itu People Pleaser?

People pleaser adalah istilah bagi seseorang yang memiliki dorongan kuat untuk selalu menyenangkan orang lain dan merasa cemas jika ada orang yang tidak menyukainya.

Mereka cenderung mengabaikan kebutuhan sendiri demi memenuhi ekspektasi orang lain, hanya agar mendapatkan validasi atau menghindari konflik.

2. Sulit Menetapkan Personal Boundaries

Masalah utama dari seorang people pleaser adalah ketiadaan batasan diri (boundaries) yang jelas.

Mereka membiarkan orang lain "menginjak-injak" waktu dan energinya karena takut dianggap egois atau sombong. Tanpa batasan yang sehat, orang lain akan terus-menerus mengandalkanmu secara berlebihan.

3. Kehilangan Jati Diri