POLA JABAR – Pernahkah kamu terjebak selama berjam-jam di Instagram atau TikTok hanya untuk membaca berita tentang bencana, konflik politik, atau kabar duka lainnya?

Padahal, semakin dibaca, perasaanmu semakin cemas dan sedih, tapi jempolmu seolah tidak bisa berhenti mengusap layar.

Fenomena ini dikenal dengan istilah doomscrolling.

Apa sebenarnya doomscrolling itu dan mengapa hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan mental kita?

1. Apa Itu Doomscrolling?

Doomscrolling adalah kebiasaan terus-menerus menelusuri berita atau konten negatif di media sosial meskipun konten tersebut memicu rasa cemas, takut, hingga keputusasaan.

Istilah ini mulai populer saat masa pandemi, di mana banyak orang merasa perlu memantau kabar buruk secara terus-menerus untuk merasa "siap siaga".

2. Kenapa Kita Melakukannya?

Secara psikologis, otak manusia memiliki negativity bias atau kecenderungan untuk lebih memperhatikan ancaman daripada hal positif.