POLA JABAR - Kuku seringkali hanya dipandang sebagai bagian dari penampilan dan estetika, namun perubahan kecil pada tekstur, warna, atau bentuknya dapat menjadi jendela yang luar biasa untuk melihat kondisi kesehatan internal. 

Dokter dan dermatolog telah lama menggunakan kuku sebagai indikator non-invasif untuk mendeteksi masalah kesehatan sistemik yang lebih serius. 

Perubahan tersebut seringkali merupakan manifestasi eksternal dari masalah yang sedang terjadi pada organ vital seperti hati, jantung, atau ginjal. Informasi dari sumber terpercaya seperti WebMD menekankan pentingnya memperhatikan sinyal-sinyal halus ini.

Memahami bahasa tubuh yang disampaikan melalui kuku adalah langkah proaktif dalam perawatan kesehatan. Kuku tumbuh perlahan, dan setiap perubahan yang kita lihat saat ini mungkin mencerminkan kondisi yang sudah terjadi beberapa minggu atau bulan sebelumnya. Berikut adalah beberapa kondisi kuku spesifik dan keterkaitannya yang mungkin dengan penyakit dalam, yang seharusnya tidak diabaikan.

Menguraikan Tanda Peringatan di Kuku

Perubahan tampilan kuku dapat disebabkan oleh trauma lokal atau infeksi jamur biasa, namun terkadang, perubahan ini menunjuk langsung pada penyakit kronis.

1. Kuku Pucat atau Putih (Terry’s Nails)

Kuku yang sangat pucat atau hampir putih bisa menjadi sinyal adanya masalah nutrisi serius atau masalah organ. Kondisi ini sering dikaitkan dengan anemia defisiensi zat besi, di mana tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat. 

Lebih lanjut, jika mayoritas kuku terlihat putih dengan pita merah muda gelap di dekat ujungnya (dikenal sebagai Terry’s Nails), hal itu berpotensi mengindikasikan penyakit hati yang parah seperti sirosis, atau bahkan gagal jantung kongestif dan diabetes.