POLA JABAR - Mimisan, atau yang dikenal secara medis sebagai epistaksis, adalah kondisi umum yang bisa dialami siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa. Meskipun seringkali terlihat mengkhawatirkan, sebagian besar kasus mimisan tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan pertolongan pertama yang sederhana. Kunci untuk menghadapi mimisan adalah memahami penyebabnya dan tahu persis langkah apa yang harus dilakukan untuk menghentikannya dengan cepat.
Penting untuk diingat bahwa lapisan hidung memiliki banyak pembuluh darah kecil yang berada tepat di bawah permukaan. Pembuluh darah ini sangat halus dan rentan pecah. Oleh karena itu, bahkan iritasi kecil pun dapat memicu perdarahan. Memahami pemicu umum ini akan membantu Anda mengambil tindakan pencegahan yang lebih baik.
Menurut ulasan kesehatan dari Healthline, mimisan umumnya dibagi menjadi dua jenis yakni anterior (berasal dari bagian depan hidung dan paling umum) dan posterior (berasal dari bagian belakang hidung, lebih jarang, dan biasanya lebih serius). Mengetahui jenis mimisan dan cara penanganannya yang benar dapat memberikan rasa tenang saat situasi ini terjadi.
Penyebab Umum Mimisan (Anterior)
Mimisan anterior adalah jenis yang paling sering terjadi dan biasanya tidak memerlukan intervensi medis khusus. Beberapa pemicu utamanya meliputi:
Udara Kering: Ini adalah penyebab paling umum. Udara kering, terutama saat musim dingin atau di ruangan ber-AC, dapat mengeringkan dan mengiritasi selaput hidung, menyebabkan pembuluh darah kecil pecah.
Mengorek Hidung: Mengorek atau membersihkan hidung dengan paksa dapat melukai lapisan halus di dalam hidung, terutama area yang disebut Pleksus Kiesselbach.
Pukulan atau Cedera Kecil: Benturan ringan pada hidung dapat merusak pembuluh darah.
Infeksi Saluran Napas Atas: Pilek, flu, atau alergi dapat menyebabkan peradangan dan iritasi pada selaput hidung.