POLA JABAR - Bagi seorang kolektor atau pecinta horologi, jam tangan bukan sekadar penunjuk waktu. Ia adalah mahakarya mekanis, simbol status, sekaligus aset investasi yang nilainya bisa terus meroket. Namun, banyak pemilik jam tangan yang meremehkan satu hal krusial: cara penyimpanan.

Mengacu pada prinsip yang dibagikan oleh para ahli di WatchBox.com, cara Anda meletakkan jam tangan saat sedang tidak digunakan menentukan seberapa sering Anda harus membawanya ke pusat servis. Berikut adalah langkah-langkah menyimpan jam tangan dengan standar profesional untuk memastikan mesin dan fisiknya tetap prima.

1. Kendalikan Lingkungan: Musuh Utama Adalah Kelembapan

Salah satu ancaman terbesar bagi jam tangan, baik itu mesin otomatis maupun kuarsa, adalah kelembapan. Udara yang terlalu lembap dapat menyebabkan kondensasi di bawah kaca jam atau bahkan memicu korosi pada bagian internal mesin yang sangat kecil.

Pastikan Anda menyimpan koleksi di tempat yang kering dengan suhu ruangan yang stabil. Hindari menyimpan jam tangan di area yang terkena sinar matahari langsung secara terus-menerus, karena paparan sinar UV dapat memudarkan warna dial (wajah jam) dan merusak material strap, terutama yang berbahan kulit.

2. Jauhkan dari Paparan Magnet

Seringkali kita secara tidak sengaja meletakkan jam tangan di dekat perangkat elektronik seperti speaker, televisi, atau bahkan tablet. Padahal, medan magnet adalah musuh bagi presisi mesin mekanik. Jika komponen internal seperti hairspring terkena magnet, jam tangan Anda akan mulai berjalan terlalu cepat atau terlalu lambat secara drastis. Menyimpan jam dalam kotak khusus yang terisolasi adalah cara terbaik untuk menghindari gangguan elektromagnetik ini.

3. Pilih Wadah yang Tepat: Watch Box vs. Watch Winder

Bagi pemilik jam tangan otomatis yang memiliki komplikasi rumit seperti perpetual calendar, penggunaan watch winder sangat disarankan. Alat ini menjaga mesin tetap berputar sehingga pelumas di dalam mesin tidak mengering atau menggumpal.