POLA JABAR - Masa sekolah merupakan periode emas bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif seorang anak. Pada fase ini, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang stabil untuk mendukung aktivitas belajar yang padat serta pertumbuhan tulang yang pesat.
Salah satu sumber nutrisi yang sering disoroti oleh lembaga kesehatan internasional seperti UNICEF adalah susu. Sebagai minuman padat gizi, susu memegang peranan krusial dalam mengatasi masalah malnutrisi dan menunjang kecerdasan anak.
Menjawab Tantangan Gizi di Usia Emas
Banyak anak di berbagai belahan dunia masih menghadapi tantangan gizi buruk, baik itu berupa kekurangan gizi (stunting) maupun defisiensi mikronutrien. UNICEF menekankan bahwa pola makan yang beragam dan bergizi seimbang adalah kunci utama. Susu hadir sebagai solusi praktis karena mengandung kombinasi unik antara protein berkualitas tinggi, kalsium, serta vitamin esensial yang sulit didapatkan secara lengkap hanya dari satu jenis sumber makanan lain.
Protein hewani yang terkandung dalam susu memiliki profil asam amino lengkap. Asam amino ini berfungsi sebagai blok bangunan bagi jaringan tubuh, membantu perbaikan sel yang rusak, dan mendukung sistem kekebalan tubuh agar anak tidak mudah jatuh sakit di tengah rutinitas sekolah yang melelahkan.
Sinergi Kalsium dan Vitamin D untuk Pertumbuhan Tulang
Salah satu fokus utama nutrisi anak usia sekolah adalah kesehatan tulang dan gigi. Kalsium dalam susu dikenal memiliki tingkat penyerapan yang sangat baik oleh tubuh manusia. Kehadiran kalsium yang cukup selama masa kanak-kanak akan menentukan kepadatan tulang mereka saat dewasa nanti, sehingga mencegah risiko osteoporosis di masa depan.
Selain kalsium, susu yang diperkaya (fortifikasi) biasanya mengandung Vitamin D. Sinergi antara kalsium dan Vitamin D sangat vital; tanpa Vitamin D yang cukup, kalsium yang dikonsumsi tidak dapat diserap secara optimal oleh tulang. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemenuhan standar gizi anak agar mereka dapat tumbuh tinggi sesuai dengan potensi genetiknya.
Mendukung Fungsi Kognitif dan Fokus Belajar