POLAJABAR.COM - Program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas penampungan siswa. Langkah ini diambil sebagai upaya memastikan ketersediaan akses pendidikan menengah yang merata bagi seluruh calon peserta didik.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.128 sekolah swasta telah resmi bergabung dan siap menerima calon murid yang tidak tertampung dalam daya tampung resmi SMA dan SMK negeri melalui mekanisme Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 mendatang.
Angka 1.128 ini merupakan perkembangan substansial dari data sebelumnya, di mana program SSK sempat tercatat melibatkan 750 sekolah saja. Pertumbuhan ini menunjukkan komitmen Pemprov Jabar dalam memperluas opsi pendidikan.
Sebelum mencapai angka final tersebut, terjadi beberapa tahap penambahan jumlah mitra sekolah swasta. Sebelumnya, jumlah sekolah yang berpartisipasi sempat bertambah menjadi 1.015 institusi sebelum akhirnya mencapai kuota maksimal saat ini.
Penambahan jumlah sekolah mitra ini dinilai sangat strategis karena secara otomatis akan memperluas pilihan bagi para calon murid. Hal ini memberikan jaminan bahwa semakin banyak siswa yang memiliki alternatif sekolah jika gagal masuk ke sekolah negeri favorit.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan konfirmasi mengenai integrasi penuh sekolah-sekolah mitra ini ke dalam sistem resmi penerimaan siswa. Hal ini memastikan transparansi dan kemudahan dalam proses pendaftaran.
"Seluruh sekolah swasta yang telah bergabung dalam program SSK sudah tercantum dalam sistem SPMB sehingga dapat dipilih oleh masyarakat," ujar Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa sekolah mitra kini resmi menjadi bagian dari pilihan resmi.
Keterlibatan sekolah swasta dalam program SSK ini berfungsi sebagai solusi komplementer terhadap keterbatasan daya tampung sekolah negeri, terutama di wilayah dengan permintaan pendaftaran yang sangat tinggi.
Dilansir dari sumber berita mengenai perkembangan ini, kesiapan infrastruktur dan kapasitas masing-masing sekolah telah diverifikasi sebelum dimasukkan ke dalam daftar resmi SPMB 2026.