POLA JABAR - Mual dan mabuk perjalanan (motion sickness) adalah pengalaman tidak menyenangkan yang dapat merusak rencana liburan atau perjalanan penting. Kondisi ini disebabkan oleh konflik antara apa yang dilihat mata dan apa yang dirasakan oleh sistem keseimbangan di telinga bagian dalam, yang kemudian memicu respons di pusat muntah otak. Selama berabad-abad, salah satu solusi alami yang telah diandalkan adalah jahe. Rempah beraroma khas ini kini tidak hanya didukung oleh tradisi, tetapi juga oleh sains modern, menjadikannya pilihan utama untuk mengatasi gejolak perut saat bepergian.

Banyak sumber kesehatan terkemuka, termasuk WebMD, telah mengakui efektivitas jahe dalam menenangkan sistem pencernaan dan mengurangi gejala mabuk perjalanan. Tidak seperti obat anti mabuk perjalanan sintetis yang terkadang memiliki efek samping seperti kantuk atau mulut kering, jahe menawarkan pendekatan yang lembut namun kuat. Jahe telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok dan India untuk mengobati berbagai masalah perut, dan kini, peranannya semakin teruji untuk aplikasi khusus seperti mengatasi mual saat di kendaraan.

Kekuatan jahe terletak pada senyawa bioaktif utamanya: gingerol dan shogaol. Senyawa senyawa inilah yang memberikan rasa pedas yang khas dan, yang lebih penting, bertanggung jawab atas efek terapeutiknya. Memahami bagaimana gingerol dan shogaol bekerja pada tingkat fisiologis akan menjelaskan mengapa mengonsumsi jahe sebelum memulai perjalanan dapat menjadi perbedaan antara perjalanan yang menyiksa dan perjalanan yang nyaman.

Mekanisme Kerja Jahe Melawan Mual

Efek jahe pada mual dan mabuk perjalanan melibatkan beberapa jalur kompleks dalam tubuh, menjadikannya agen yang serbaguna:

1. Menenangkan Saluran Pencernaan

Mabuk perjalanan seringkali disertai dengan gejala gastrointestinal, seperti rasa tidak nyaman di perut, kembung, dan mual yang intens. Jahe bekerja dengan mempercepat pengosongan lambung (gastric motility). 

Ketika perut dikosongkan lebih cepat, risiko perut terasa penuh dan mual berkurang. Jahe membantu memindahkan isi perut ke usus kecil dengan lebih lancar, mencegah gejolak yang memicu rasa tidak enak di perut.

2. Menghambat Reseptor Serotonin