POLA JABAR - Dalam dunia mode pria dan profesional, jam tangan bukan sekadar alat fungsional untuk melihat waktu. Aksesori ini merupakan pernyataan karakter, status, sekaligus elemen kunci yang menyempurnakan penampilan. Namun, mengenakan jam tangan mewah sekalipun tidak akan memberikan kesan maksimal jika Anda mengabaikan etika dasarnya.
Mengacu pada prinsip gaya klasik yang dijunjung tinggi dalam etika berbusana, berikut adalah panduan mendalam mengenai cara mengenakan jam tangan agar selaras dengan pakaian dan situasi yang Anda hadapi menurut informasi dari gentlemansgazette.com.
1. Menyelaraskan Jam Tangan dengan Formalitas Acara
Aturan pertama yang paling mendasar adalah menyesuaikan jenis jam tangan dengan tingkat formalitas pakaian. Untuk acara formal seperti jamuan makan malam "Black Tie" atau pernikahan, jam tangan yang paling tepat adalah dress watch. Jam tangan jenis ini memiliki desain yang minimalis, ramping, dan biasanya menggunakan tali kulit hitam.
Sebaliknya, jam tangan dengan diameter besar, banyak fitur (chronograph), atau desain yang mencolok lebih cocok digunakan untuk kegiatan luar ruangan atau acara kasual. Menggunakan jam tangan selam (diver watch) yang tebal saat mengenakan setelan jas lengkap sering kali dianggap kurang tepat karena dapat mengganggu jatuhnya manset kemeja Anda.
2. Aturan Material: Menyamakan Logam dan Kulit
Salah satu rahasia penampilan yang tajam terletak pada konsistensi material. Jika Anda mengenakan jam tangan dengan tali kulit, pastikan warna kulit tersebut senada dengan ikat pinggang dan sepatu yang Anda pakai. Kulit hitam harus bertemu dengan hitam, dan cokelat dengan cokelat.
Demikian pula dengan material logam. Jika jam tangan Anda memiliki casing berwarna perak, maka aksesori logam lainnya seperti ikat pinggang atau kancing manset (cufflinks) sebaiknya juga berwarna perak. Konsistensi ini memberikan kesan bahwa Anda adalah pribadi yang detail dan memperhatikan estetika secara menyeluruh.
3. Posisi dan Ukuran yang Proporsional