POLA JABAR - Menjaga kebersihan gigi bukan sekadar soal seberapa rajin kita menyikatnya, tetapi juga tentang "senjata" yang kita gunakan. Seringkali, kita terlalu abai dan tetap menggunakan sikat gigi yang sudah mekar atau kusam hingga berbulan-bulan.
Padahal, menurut standar kesehatan internasional termasuk NHS UK, menggunakan sikat gigi yang sudah tidak layak pakai justru bisa menjadi bumerang bagi kesehatan mulut.
Lantas, bagaimana cara mendeteksi bahwa sikat gigi Anda sudah harus masuk kotak sampah? Berikut adalah panduan detailnya.
1. Perubahan Bentuk Bulu Sikat (Fraying)
Indikator visual yang paling mudah dikenali adalah bentuk bulu sikatnya. Jika ujung-ujung bulu sikat sudah mulai melengkung ke arah luar, mencuat tidak beraturan, atau terlihat "mekar," itu adalah sinyal merah. Bulu sikat yang rusak tidak akan mampu menjangkau sela-sela gigi dengan efektif. Alih-alih membersihkan plak, sikat yang mekar justru berisiko melukai gusi Anda.
2. Aturan Tiga Bulan yang Fleksibel
Secara umum, pakar kesehatan dari NHS menyarankan untuk mengganti sikat gigi setiap tiga bulan sekali. Namun, angka ini bukan harga mati. Bagi mereka yang menyikat gigi dengan tekanan terlalu kuat, bulu sikat mungkin akan rusak lebih cepat, bahkan sebelum mencapai usia dua bulan. Jika Anda melihat daya lentur bulu sikat sudah hilang dan terasa kasar saat menyentuh gusi, jangan menunggu hingga bulan ketiga untuk menggantinya.
3. Pasca Sembuh dari Sakit
Ini adalah poin yang sering terlupakan. Jika Anda baru saja sembuh dari penyakit menular seperti flu berat, radang tenggorokan, atau infeksi mulut lainnya, sangat disarankan untuk segera mengganti sikat gigi. Bakteri atau virus sisa penyakit dapat tertinggal di antara bulu sikat dan berpotensi menyebabkan infeksi berulang (re-infection). Memulai masa pemulihan dengan sikat gigi baru adalah langkah preventif yang sangat bijak.