POLA JABAR - Kesehatan mulut berawal dari alat yang Anda gunakan setiap hari: sikat gigi. Namun, banyak dari kita yang masih memilih sikat gigi hanya berdasarkan warna yang menarik atau harga yang paling murah di rak supermarket. Padahal, pilihan yang salah bisa berujung pada kerusakan email gigi hingga iritasi gusi yang serius.
Mengutip panduan kesehatan dari Mayo Clinic, efektivitas pembersihan gigi sangat bergantung pada kecocokan alat dengan kondisi mulut masing-masing individu. Berikut adalah deretan kesalahan umum yang wajib Anda hindari saat memilih sikat gigi.
1. Memilih Bulu Sikat yang Terlalu Keras (Hard Bristles)
Ini adalah kekeliruan paling umum. Banyak orang beranggapan bahwa semakin keras bulu sikatnya, maka semakin bersih gigi dari plak dan sisa makanan. Faktanya, para ahli dari Mayo Clinic justru sangat menyarankan penggunaan sikat gigi dengan bulu lembut (soft bristles).
Bulu sikat yang kasar dapat mengikis enamel (lapisan pelindung gigi) dan menyebabkan resesi gusi, yaitu kondisi di mana jaringan gusi menyusut sehingga akar gigi terbuka. Jika akar gigi terpapar, gigi akan menjadi sangat sensitif terhadap suhu panas atau dingin.
2. Ukuran Kepala Sikat yang Terlalu Besar
Memilih sikat gigi dengan kepala sikat yang besar mungkin terasa bisa menyelesaikan pekerjaan lebih cepat. Namun, mulut manusia memiliki banyak sudut sempit, terutama di bagian belakang dekat gigi geraham.
Kepala sikat yang terlalu lebar akan sulit bermanuver di area belakang tersebut. Akibatnya, plak akan menumpuk di area yang tidak terjangkau dan memicu munculnya lubang gigi (karies). Pilihlah sikat gigi dengan kepala yang ramping agar bisa menjangkau seluruh permukaan gigi dengan mudah.
3. Mengabaikan Desain Pegangan (Handle)