POLA JABAR – Pernahkah Anda bingung saat memilih wewangian di toko? Selain jenis aromanya, botol-botol cantik tersebut seringkali mencantumkan istilah seperti Parfum, Eau de Parfum (EDP), atau Eau de Toilette (EDT). Bukan sekadar nama, label ini ternyata menunjukkan perbedaan mendasar yang sangat penting: konsentrasi minyak wangi yang digunakan di dalamnya.
Memahami perbedaan ini tidak hanya membantu Anda memilih aroma yang sesuai dengan kebutuhan, tetapi juga memastikan Anda mendapatkan ketahanan wangi yang optimal dengan harga yang wajar.
Dikutip dari sumber terpercaya di dunia wewangian yakni Fragrantica, berikut adalah penjelasan detail mengenai tiga kategori utama konsentrasi wewangian tersebut.
1. Parfum (Juga Dikenal sebagai Extrait de Parfum atau Pure Perfume)
Jika Anda mencari pengalaman aroma yang paling intens dan tahan lama, Parfum adalah jawabannya. Ia memiliki konsentrasi minyak wangi tertinggi di antara semua jenis, menjadikannya pilihan paling mahal, namun paling berharga.
Konsentrasi Minyak Wangi: Paling tinggi, berkisar antara 20% hingga 40% (rata-rata sering dijumpai 20-30%).
Komposisi: Minyak wangi murni yang dicampur dengan sangat sedikit alkohol dan air.
Ketahanan Aroma: Sangat luar biasa. Parfum sejati bisa bertahan di kulit Anda hingga enam hingga delapan jam, bahkan lebih.
Penggunaan Ideal: Paling cocok untuk acara-acara khusus, malam hari, atau ketika Anda ingin memastikan aroma Anda terasa kuat dan stabil sepanjang waktu. Karena intensitasnya, penggunaannya pun cukup sedikit saja.