POLA JABAR – Isu mengenai kolesterol tinggi selalu menjadi topik hangat pasca-Lebaran. Sayangnya, banyak informasi yang beredar di masyarakat mengenai lemak darah ini ternyata hanya mitos belaka. Salah memahami fakta medis bisa membuat kita salah dalam mengambil langkah pencegahan.
Agar Anda tidak terjebak dalam informasi yang keliru, berikut adalah 5 mitos vs fakta mengenai kolesterol yang paling sering ditemukan:
1. Mitos: Orang Berbadan Kurus Tidak Mungkin Punya Kolesterol Tinggi
Fakta: Berat badan bukan jaminan kadar kolesterol Anda normal. Banyak orang berbadan kurus yang memiliki kadar kolesterol jahat (LDL) tinggi karena faktor genetik, pola makan tidak sehat, atau kurang aktivitas fisik. Sebaliknya, orang dengan kelebihan berat badan bisa saja memiliki kolesterol yang terkontrol jika mereka rajin berolahraga dan menjaga asupan nutrisi.
2. Mitos: Kolesterol Hanya Masalah Bagi Orang Lanjut Usia
Fakta: Kolesterol tinggi bisa menyerang siapa saja, termasuk remaja dan dewasa muda. Penumpukan plak di pembuluh darah dimulai sejak usia dini jika pola makan didominasi gorengan dan junk food. Itulah sebabnya, pemeriksaan profil lipid disarankan mulai dilakukan sejak usia 20 tahun secara rutin.
3. Mitos: Makan Telur Adalah Penyebab Utama Kolesterol Melonjak
Fakta: Telur memang mengandung kolesterol, namun bagi kebanyakan orang, kolesterol dalam makanan hanya memberikan dampak kecil pada kadar kolesterol darah. Penyebab utama lonjakan kolesterol jahat sebenarnya adalah lemak jenuh (saturated fat) dan lemak trans yang banyak ditemukan pada gorengan, mentega, dan santan kental yang dipanaskan berulang kali.