POLA JABAR - Suhu udara yang meningkat tajam belakangan ini bukan hanya membuat kita merasa gerah dan tidak nyaman, tetapi juga menyimpan risiko serius bagi kesehatan, seperti heat exhaustion hingga heat stroke.
Dalam kondisi darurat di mana suhu inti tubuh melonjak drastis, air dingin sering kali menjadi garda terdepan dalam pertolongan pertama. Namun, tahukah Anda bahwa ada teknik khusus agar pendinginan ini efektif dan tidak justru mengejutkan sistem saraf tubuh?
Berdasarkan panduan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menurunkan suhu tubuh dengan air harus dilakukan secara strategis, terutama pada kasus darurat medis akibat sengatan panas.
1. Metode Imersi
Cara Tercepat Menurunkan Suhu Inti CDC menekankan bahwa jika seseorang mengalami heat stroke, metode tercepat untuk menurunkan suhu tubuh adalah dengan imersi atau merendam tubuh dalam air dingin.
Air dingin memiliki kemampuan menghantarkan panas jauh lebih cepat daripada udara. Dengan merendam seluruh tubuh (kecuali kepala) ke dalam air dingin atau air es, suhu inti tubuh yang awalnya berada di zona bahaya bisa turun secara signifikan dalam waktu singkat. Hal ini krusial untuk mencegah kerusakan permanen pada otak dan organ dalam.
2. Kompres Dingin di Titik Nadi Utama
Jika merendam seluruh tubuh tidak memungkinkan, CDC menyarankan penggunaan air dingin atau es pada titik-titik strategis. Titik-titik ini adalah area di mana pembuluh darah besar berada dekat dengan permukaan kulit, yaitu ketiak, selangkangan, leher, dan punggung.
Mendinginkan area ini secara langsung akan membantu mendinginkan darah yang mengalir di bawahnya, yang kemudian akan bersirkulasi ke seluruh tubuh untuk menurunkan suhu secara keseluruhan.