POLA JABAR - Menjaga kesehatan gigi dan mulut dimulai dari satu alat sederhana yang kita gunakan setiap hari: sikat gigi. Namun, dibalik rak supermarket yang dipenuhi berbagai merk dan bentuk, terdapat banyak informasi simpang siur yang seringkali membuat kita salah dalam memilih. Berdasarkan tinjauan medis seperti yang sering dibahas dalam laman kesehatan WebMD, pemilihan sikat gigi yang salah justru bisa merusak gusi dan lapisan email gigi.

Berikut adalah beberapa mitos dan fakta yang perlu Anda pahami agar rutinitas menyikat gigi menjadi lebih efektif dan aman.

1. Mitos: Semakin Keras Bulu Sikat, Semakin Bersih Giginya

Banyak orang beranggapan bahwa bulu sikat yang keras (hard) dapat mengikis plak dan noda kopi dengan lebih maksimal. Hal ini adalah mitos yang cukup berbahaya bagi kesehatan mulut.

Faktanya: Para dokter gigi justru lebih menyarankan penggunaan sikat gigi dengan bulu yang lembut (soft). Bulu sikat yang terlalu keras, ditambah dengan tekanan tangan yang kuat saat menyikat, dapat menyebabkan abrasi gigi dan resesi gusi (gusi menyusut). Sikat berbulu lembut sudah cukup untuk mengangkat sisa makanan dan plak tanpa melukai jaringan lunak di sekitar gigi.

2. Mitos: Sikat Gigi Elektrik Jauh Lebih Baik daripada Sikat Gigi Manual

Ada persepsi bahwa hasil akhir dari sikat gigi elektrik selalu mengungguli sikat gigi manual dalam segala hal.

Faktanya: Keduanya bisa sama efektifnya jika digunakan dengan teknik yang benar. Keunggulan sikat gigi elektrik terletak pada kemudahannya dalam menjangkau area sulit dan adanya sensor tekanan. Namun, bagi mereka yang memiliki teknik menyikat gigi yang baik secara manual (gerakan memutar dan durasi minimal 2 menit), sikat gigi manual sudah sangat memadai untuk menjaga kebersihan mulut.

3. Mitos: Bentuk Kepala Sikat yang Besar Lebih Cepat Membersihkan