POLA JABAR - Kepiting adalah salah satu hidangan laut yang paling digemari karena rasa dagingnya yang manis dan gurih. Namun, dibalik kelezatannya, kepiting termasuk komoditas pangan yang sangat mudah rusak (highly perishable). Jika salah dalam cara penyimpanannya, risiko kontaminasi bakteri seperti Vibrio atau Salmonella bisa mengancam kesehatan keluarga Anda.

Merujuk pada standar Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), menjaga rantai dingin (cold chain) adalah kunci utama dalam mempertahankan kualitas makanan laut. Berikut adalah panduan lengkap cara menyimpan kepiting, baik dalam kondisi hidup, segar, maupun sudah dimasak.

Menangani Kepiting Hidup dengan Benar

Jika Anda membeli kepiting dalam kondisi hidup, langkah terbaik adalah segera mengolahnya. Namun, jika harus menunggu beberapa jam, pastikan kepiting tetap hidup dalam kondisi lembap.

USDA menyarankan agar kepiting hidup tidak disimpan dalam wadah tertutup rapat tanpa udara atau di dalam air tawar, karena mereka justru akan mati karena kekurangan oksigen. Gunakan wadah terbuka yang dilapisi kain basah atau koran lembap, lalu letakkan di area kulkas yang paling dingin (sekitar 1 hingga 4 derajat Celsius). Jangan pernah menyimpan kepiting hidup langsung di atas es batu, karena suhu yang terlalu ekstrim bisa membunuh mereka seketika dan mempercepat pembusukan daging.

Aturan Menyimpan Kepiting yang Sudah Dimasak

Bagi Anda yang memiliki sisa hidangan kepiting atau sengaja memasaknya untuk stok, ada aturan ketat mengenai durasi penyimpanan di lemari es.

  • Pendinginan Cepat: Jangan membiarkan kepiting matang berada di suhu ruang lebih dari dua jam. Jika suhu ruangan sangat panas (di atas 32 derajat Celsius), batas waktunya hanya satu jam. Bakteri tumbuh sangat cepat pada rentang suhu "Danger Zone" (4 hingga 60 derajat Celsius).

    Wadah Kedap Udara: Simpan daging kepiting yang sudah dikupas atau kepiting utuh yang sudah dimasak dalam wadah kedap udara atau bungkus rapat dengan plastic wrap.