POLA JABAR - Siapa yang bisa menolak kesegaran semangka di tengah cuaca panas? Buah dengan kandungan air tinggi ini memang menjadi favorit banyak orang. Namun, seringkali kita mendapati semangka yang baru dibeli justru berubah tekstur menjadi lembek atau aromanya tidak segar lagi hanya dalam waktu singkat.
Menyimpan semangka ternyata tidak bisa sembarangan. Ada perbedaan perlakuan antara buah yang masih utuh dengan yang sudah dipotong. Mengutip panduan dari Food Safety.gov, berikut adalah langkah-langkah detail untuk memastikan semangka Anda tetap berkualitas tinggi dan aman dari risiko kontaminasi bakteri.
1. Biarkan Utuh Jika Belum Ingin Dimakan
Jika Anda membeli semangka utuh dan belum berencana menyantapnya dalam waktu dekat, sebaiknya jangan langsung memotongnya. Semangka utuh dapat bertahan di suhu ruang selama sekitar 7 hingga 10 hari.
Menariknya, menyimpan semangka utuh di suhu ruang justru membantu menjaga kadar antioksidan dan nutrisi di dalamnya tetap stabil. Pastikan tempat penyimpanannya kering, tidak terkena sinar matahari langsung, dan memiliki sirkulasi udara yang baik agar kulitnya tidak mudah berjamur.
2. Cuci Kulit Luar Sebelum Memotong
Ini adalah langkah yang paling sering dilewatkan. Meski kita tidak memakan kulitnya, kuman dan bakteri seperti Salmonella atau Listeria bisa menempel pada permukaan kulit semangka yang kasar.
Berdasarkan saran keamanan pangan, cucilah semangka di bawah air mengalir dan sikat perlahan kulitnya sebelum pisau menyentuh daging buah. Jika Anda langsung memotongnya tanpa mencuci kulitnya, bakteri dari luar akan berpindah ke dalam melalui mata pisau, yang berisiko menyebabkan keracunan makanan.
3. Teknik Penyimpanan Semangka Potong