POLA JABAR - Buah pir sering kali menjadi "anak tiri" di dapur jika dibandingkan dengan apel atau jeruk. Teksturnya yang unik dan karakternya yang cepat berubah membuat banyak orang merasa kesulitan saat hendak mengolahnya menjadi hidangan penutup maupun camilan segar. Padahal, pir memiliki fleksibilitas rasa yang luar biasa jika Anda tahu cara menanganinya dengan tepat.

Merujuk pada kaidah kuliner profesional yang sering dibahas oleh para pakar di Epicurious.com, setidaknya ada beberapa kesalahan fatal yang sering dilakukan orang saat berhadapan dengan buah satu ini. Berikut adalah ulasan lengkapnya agar Anda tidak lagi melakukan kesalahan yang sama.

1. Menunggu Seluruh Bagian Pir Menjadi Empuk

Berbeda dengan sebagian besar buah lainnya, pir adalah buah yang matang dari dalam ke luar. Kesalahan paling umum adalah menunggu hingga seluruh kulit pir terasa empuk saat ditekan. Jika Anda menunggu sampai bagian perut atau kulit luar terasa lunak, besar kemungkinan bagian dalamnya sudah terlalu matang, berair, dan kehilangan tekstur (mushy).

Cara terbaik untuk mengecek kematangan pir adalah dengan "Cek Lehernya" (Check the Neck). Tekan dengan lembut bagian pangkal buah di dekat tangkainya. Jika bagian tersebut terasa sedikit empuk, berarti pir sudah siap dikonsumsi atau diolah.

2. Menggunakan Jenis Pir yang Salah untuk Memasak

Tidak semua pir diciptakan sama. Menggunakan pir yang salah untuk teknik memasak tertentu adalah resep kegagalan. Misalnya, pir jenis Bartlett sangat lezat dimakan langsung, namun ia cenderung hancur dan kehilangan bentuk jika dipanaskan atau dipanggang.

Jika rencana Anda adalah membuat poached pears atau pir panggang, pilihlah varietas yang lebih kokoh seperti Bosc atau Anjou. Jenis pir ini memiliki struktur dinding sel yang kuat, sehingga tetap mampu mempertahankan bentuknya meski telah melalui proses pemanasan suhu tinggi dalam waktu lama.

3. Melewatkan Penggunaan Cairan Asam Setelah Dikupas