POLA JABAR - Banyak perokok yang beralih ke rokok elektrik atau vape dengan harapan dapat mengurangi dampak buruk tembakau atau sebagai jembatan untuk berhenti merokok sepenuhnya. Namun, fenomena yang sering terjadi di lapangan justru sebaliknya: banyak individu yang akhirnya menjadi pengguna ganda atau dual users.
Alih-alih mendapatkan manfaat kesehatan, data terbaru menunjukkan bahwa kombinasi ini justru membawa ancaman yang jauh lebih agresif bagi organ pernapasan.
Penelitian dari American Cancer Society (ACS) memberikan peringatan keras bahwa penggunaan ganda antara rokok konvensional dan vape tidak hanya sekadar menambah kebiasaan buruk, tetapi secara sistematis meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru dibandingkan jika hanya menggunakan salah satunya secara tunggal.
Mengapa Penggunaan Ganda Sangat Berbahaya?
Logika umum mungkin menganggap bahwa dengan mengurangi jumlah batang rokok dan menggantinya dengan beberapa hisapan vape, beban toksik dalam tubuh akan berkurang. Namun, tubuh manusia tidak bekerja secara linear seperti itu.
Secara klinis, penggunaan ganda menyebabkan paparan zat karsinogenik yang lebih kompleks. Rokok konvensional membawa ribuan bahan kimia hasil pembakaran, sementara vape membawa logam berat dan senyawa organik volatil yang berasal dari pemanasan cairan e-liquid.
Ketika keduanya masuk ke dalam sistem pernapasan, terjadi efek sinergis yang mempercepat kerusakan sel-sel DNA di paru-paru. Kerusakan DNA inilah yang menjadi cikal bakal munculnya sel kanker.
Temuan Utama dari American Cancer Society
Berdasarkan studi yang dirilis oleh para ahli di American Cancer Society, individu yang mengkonsumsi rokok konvensional sekaligus vape memiliki konsentrasi nikotin dan zat beracun lainnya yang lebih tinggi dalam urine dan darah mereka. Hal ini mematahkan anggapan bahwa vape bisa menjadi "penyeimbang" dampak buruk rokok.