POLA JABAR - Neuropati atau kerusakan saraf perifer seringkali menjadi mimpi buruk bagi banyak orang, terutama mereka yang berisiko diabetes. Gejala seperti kesemutan, mati rasa, hingga nyeri seperti terbakar di tangan dan kaki tentu sangat mengganggu kualitas hidup. Namun, sebuah riset yang sering diulas dalam berbagai literatur kesehatan, termasuk catatan dalam lingkup Neurology Journal, mulai menyoroti potensi besar di balik buah anggur.

Bukan sekadar camilan manis, anggur terutama jenis anggur merah dan hitam menyimpan senyawa ajaib yang diyakini mampu memberikan perlindungan ekstra bagi sistem saraf manusia.

Kunci utama mengapa anggur sangat diperhatikan dalam dunia neurologi adalah kandungan Resveratrol. Ini adalah senyawa polifenol alami yang banyak ditemukan pada kulit dan biji anggur.

Dalam studi saraf, resveratrol dikenal sebagai agen anti-inflamasi dan antioksidan yang sangat kuat. Neuropati seringkali dipicu oleh stres oksidatif yang merusak sel-sel saraf. Di sinilah resveratrol bekerja dengan cara menetralkan radikal bebas dan mengurangi peradangan kronis pada jaringan saraf perifer. Dengan berkurangnya peradangan, regenerasi saraf memiliki peluang lebih besar untuk terjadi.

Salah satu jenis neuropati yang paling umum adalah neuropati diabetik, yang disebabkan oleh kadar gula darah tinggi yang merusak pembuluh darah kecil yang memberi makan saraf.

Beberapa temuan ilmiah menunjukkan bahwa ekstrak biji anggur dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan menurunkan permeabilitas kapiler. Artinya, saraf mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi yang lebih baik. Selain itu, kemampuan anggur dalam membantu sensitivitas insulin secara tidak langsung berperan dalam menjaga kestabilan kadar gula darah, yang merupakan langkah preventif utama bagi kerusakan saraf lebih lanjut.

Neuropati seringkali melibatkan kematian sel saraf atau hilangnya selubung mielin (lapisan pelindung saraf). Riset menunjukkan bahwa kandungan dalam anggur dapat mengaktifkan jalur protein tertentu yang disebut Sirtuins.

Protein ini berperan dalam memperpanjang usia sel dan membantu mekanisme perbaikan DNA di dalam sel saraf. Meskipun penelitian pada manusia masih terus dikembangkan untuk menentukan dosis yang tepat, data praklinis memberikan harapan besar bahwa konsumsi makanan kaya antioksidan seperti anggur dapat memperlambat progresi degenerasi saraf.

Cara Terbaik Mengkonsumsi Anggur untuk Kesehatan Saraf