POLA JABAR - Keju merupakan makanan olahan susu yang disukai banyak orang, ternyata menyimpan manfaat kesehatan yang luar biasa bagi sistem muskuloskeletal, khususnya dalam mendukung kesehatan dan pemeliharaan otot, sebagaimana diungkap oleh beberapa penelitian yang didukung oleh National Institutes of Health (NIH). 

Manfaat utama keju terletak pada konsentrasi protein dan asam amino esensial yang sangat tinggi. Protein adalah bahan bangunan dasar bagi jaringan otot, dan keju, terutama jenis seperti keju cottage atau cheddar, menyediakan protein lengkap berkualitas tinggi, termasuk kasein dan whey

Protein whey dikenal memiliki laju penyerapan yang cepat, ideal untuk pemulihan otot segera setelah berolahraga, sementara kasein dicerna lebih lambat, memberikan pasokan asam amino berkelanjutan yang sangat penting untuk mencegah pemecahan otot (muscle breakdown) selama periode puasa atau istirahat malam. 

Dengan memasukkan keju dalam pola makan harian, Anda secara efektif memberikan nutrisi premium yang dibutuhkan sel-sel otot untuk regenerasi, perbaikan, dan pertumbuhan.

Selain kandungan proteinnya yang unggul, keju juga merupakan sumber nutrisi mikro penting yang secara sinergis mendukung fungsi otot: Kalsium dan Vitamin D (terutama pada keju yang difortifikasi). Kalsium dikenal luas sebagai mineral utama untuk kesehatan tulang, namun perannya dalam fungsi otot tidak kalah penting. 

Kalsium memainkan peran vital dalam proses kontraksi otot, memastikan transmisi sinyal saraf yang tepat ke serat otot, sehingga otot dapat bergerak secara efisien. Ketika kadar kalsium tidak mencukupi, fungsi otot dapat terganggu. 

Selain itu, Vitamin D, yang sering ditemukan bersama kalsium dalam produk susu, telah terbukti dalam riset NIH berperan dalam menjaga kekuatan dan massa otot, terutama pada populasi lansia yang rentan terhadap sarcopenia (penurunan massa otot terkait usia). 

Oleh karena itu, konsumsi keju tidak hanya memperkuat kerangka tulang yang menjadi sandaran otot, tetapi juga secara langsung mendukung kinerja dan kesehatan fungsional otot itu sendiri.

Meskipun keju mengandung lemak, varietas rendah lemak dan rendah natrium (misalnya, mozzarella rendah lemak atau keju cottage) dapat menjadi pilihan diet yang sangat efisien untuk tujuan pembentukan dan pemeliharaan otot tanpa menambah asupan lemak jenuh berlebihan.