POLA JABAR - Kelinci (Oryctolagus cuniculus) diklasifikasikan secara tegas sebagai herbivora obligat, yang berarti mereka adalah vegan sejati yang harus mengonsumsi makanan yang secara eksklusif terdiri dari bahan nabati untuk kelangsungan hidup dan kesehatan yang optimal.
Sistem pencernaan mereka dirancang secara unik untuk memproses serat dalam jumlah besar yang berasal dari tanaman, terutama rumput kering. Anatomi pencernaan kelinci dicirikan oleh sekum yang sangat besar, yaitu organ khusus di usus besar yang berfungsi sebagai ruang fermentasi mikroba. Di dalam sekum inilah mikroorganisme khusus bekerja keras memecah selulosa (serat keras) yang tidak dapat dicerna oleh mamalia lain, mengubahnya menjadi asam lemak volatil (VFA) dan nutrisi esensial lainnya.
Kebutuhan nutrisi kelinci berputar pada tiga komponen utama: serat tinggi, protein seimbang, dan mineral yang tepat. Serat, khususnya serat yang tidak dapat dicerna (serat panjang), adalah yang paling penting karena memiliki fungsi ganda.
Pertama, serat ini sangat penting untuk merangsang pergerakan usus (motilitas gastrointestinal) yang berkelanjutan, mencegah kondisi mematikan yang dikenal sebagai gastrointestinal stasis.
Kedua, serat panjang ini membantu keausan gigi kelinci yang terus tumbuh (hypsodont), mencegah masalah gigi serius seperti maloklusi dan abses. Tanpa asupan serat yang memadai, seluruh sistem pencernaan kelinci akan berhenti bekerja. Menurut penelitian yang diterbitkan di ncbi.nlm.nih.gov, diet kelinci harus didominasi oleh rumput kering (hay), yang idealnya mencapai 80-90% dari total asupan makanan harian.
Aspek unik lain dari diet kelinci yang sepenuhnya nabati adalah proses yang disebut sekotropi. Selain feses keras yang biasanya kita lihat, kelinci juga memproduksi feses lunak yang disebut sekotrof. Sekotrof ini kaya akan protein, vitamin B kompleks, dan vitamin K, yang merupakan hasil fermentasi di sekum.
Kelinci harus memakan kembali (ingesti) sekotrof ini langsung dari anus mereka untuk mendapatkan nutrisi penting yang hanya tersedia setelah proses pencernaan awal.
Proses ini, yang merupakan adaptasi evolusioner mereka sebagai herbivora, memastikan bahwa kelinci dapat mengekstrak semua nutrisi penting dari diet rendah kalori dan serat tinggi mereka.
Oleh karena itu, diet kelinci harus menghindari produk hewani, biji-bijian berlebihan, dan makanan tinggi gula yang dapat mengganggu keseimbangan mikroflora sensitif di dalam sekum.***