POLAJABAR.COM - Fenomena kekeringan akibat musim kemarau saat ini telah berdampak signifikan pada kondisi kolam retensi yang berlokasi di kawasan Pasar Gedebage, Kota Bandung. Kondisi terkini menunjukkan bahwa volume air di kolam tersebut telah menyusut secara drastis hingga hampir mengering.
Penyusutan drastis ini menyebabkan dasar kolam yang sebelumnya terendam air kini mulai terlihat dan menyembul ke permukaan. Akibatnya, proses penguapan dan kondisi tanah yang terpanggang memicu munculnya aroma yang kurang sedap di sekitar area tersebut.
Kolam retensi tersebut memiliki luas permukaan sekitar 7.000 meter persegi dan memegang peranan yang sangat penting bagi wilayah Bandung. Fungsi utamanya adalah sebagai penampung sementara guna menahan debit air hujan yang tinggi.
Fungsi krusial dari kolam ini adalah untuk mencegah terjadinya luapan air yang dapat menyebabkan banjir di kawasan Pasar Gedebage dan juga sepanjang ruas Jalan Soekarno-Hatta. Keberadaan kolam ini menjadi benteng pertahanan pertama dari potensi bencana hidrometeorologi.
Terik matahari yang menyengat selama musim kemarau ini seolah tanpa ampun memanggang bagian dasar kolam. Kondisi tersebut membuat tanah di dasar kolam kini tampak retak-retak, menggambarkan betapa parahnya kondisi kekeringan yang melanda.
Di bagian tepi kolam yang mulai terekspos akibat surutnya air, terlihat bahwa vegetasi liar mulai berkembang biak. Lumut dan rumput liar kini tumbuh subur di area yang biasanya selalu terendam air, menambah citra keringnya infrastruktur tersebut.
"Menyusut dan mengering. Itulah kondisi terkini kolam retensi di kawasan Pasar Gedebage, Kota Bandung, saat musim kemarau," demikian deskripsi yang menggambarkan situasi di lokasi tersebut. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari pihak terkait.
Lebih lanjut, permasalahan yang timbul akibat mengeringnya kolam adalah munculnya aroma tidak sedap yang mulai tercium oleh warga sekitar. Hal ini disebabkan oleh endapan lumpur dan materi organik yang terpapar langsung oleh panas matahari.
"Lantaran air tak lagi mengalir, dasar kolam mulai menyembul ke permukaan dan memicu aroma tak sedap," ujar salah satu pengamat lingkungan setempat. Bau tersebut berpotensi menurunkan kualitas udara di permukiman sekitar Gedebage.
