POLA JABAR – Sering kali kita merasa lelah setelah bekerja seharian, namun rasa lelah itu hilang setelah tidur nyenyak.
Tapi, bagaimana jika rasa lelah itu tidak kunjung hilang meski sudah akhir pekan? Bagaimana jika kamu merasa muak hanya dengan melihat meja kerja?
Hati-hati, itu bukan malas, melainkan burnout.
Mari kita pahami kenapa kondisi ini bisa terjadi dan bagaimana langkah pemulihannya:
1. Apa Itu Burnout Sebenarnya?
Burnout adalah kondisi kelelahan secara emosional, fisik, dan mental yang disebabkan oleh stres yang berkepanjangan. Kondisi ini membuat seseorang merasa kehilangan minat, motivasi, hingga merasa tidak lagi kompeten dalam pekerjaannya. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Herbert Freudenberger untuk menggambarkan dampak stres ekstrem di dunia kerja.
2. Penyebab Utama Burnout
Beberapa faktor pemicu yang sering tidak disadari antara lain:
- Beban Kerja yang Berlebihan: Terlalu banyak tugas dengan tenggat waktu (deadline) yang tidak realistis.
- Kurangnya Kendali: Merasa tidak punya suara atau kendali atas jadwal, penugasan, atau cara menyelesaikan pekerjaan.
- Ketidakseimbangan Antara Kerja dan Kehidupan: Waktu untuk keluarga dan hobi tersita habis oleh urusan kantor (poor work-life balance).
- Lingkungan Kerja yang Toksik: Adanya perundungan (bullying) atau kurangnya dukungan dari atasan dan rekan kerja.