POLAJABAR - Hubungan manusia dengan kucing telah berlangsung ribuan tahun, dan di banyak budaya kucing mendapat tempat istimewa.
Bukan hanya sebagai peliharaan, tetapi juga bahkan sebagai simbol atau mitos tertentu yang dianggap sakral.
Dari Mesir kuno hingga apartemen modern di kota besar, kucing tetap punya tempat khusus dalam kehidupan manusia, termasuk di Indonesia.
Tak heran jika akhirnya ada peringatan khusus untuk hewan peliharaan yang satu ini, di dunia maupun di Indonesia.
Hari Kucing Nasional diperingati setiap tanggal 29 Oktober di Indonesia dengan tujuan untuk menyadarkan publik akan kondisi kucing, terutama kucing jalanan atau terlantar, serta peran serta manusia dalam merawat dan melindungi mereka.
Budaya Tentang Kucing
Berikut adalah beberapa kebudayaan terkait kucing di berbagai belahan dunia:
Di Peradaban Mesir kuno, kucing dianggap suci dan dilindungi. Misalnya, dewa kucing bernama Mafdet dianggap pelindung terhadap ular, kalajengking dan kejahatan.
Di banyak tempat, kucing dipandang sebagai pemburu tikus atau hama, sehingga keberadaannya memiliki nilai tersendiri di lingkungan manusia, misalnya menjaga gudang pangan atau kapal dari tikus.