POLA JABAR – Libur Lebaran identik dengan sajian khas seperti opor ayam, rendang, hingga aneka kue kering yang manis. Namun, setelah masa perayaan usai, banyak dari kita yang mengeluh tubuh terasa lebih berat, gerak menjadi lamban, dan rasa kantuk yang terus menyerang.

Fenomena ini ternyata memiliki penjelasan medis yang logis. Rasa "berat" tersebut tidak melulu karena kenaikan berat badan secara instan, melainkan akibat reaksi sistem tubuh terhadap pola makan yang berubah drastis. Berikut adalah beberapa penyebab utamanya:

1. Retensi Air Akibat Tinggi Garam

Makanan lebaran biasanya kaya akan garam (natrium). Secara medis, natrium memiliki sifat mengikat air di dalam tubuh. Saat Anda mengonsumsi banyak makanan asin, tubuh akan menahan lebih banyak cairan agar keseimbangan elektrolit tetap terjaga. Inilah yang menyebabkan bagian perut, wajah, dan kaki terasa membengkak atau "berat".

2. Lonjakan Gula Darah dan Insulin

Kue kering seperti nastar dan putri salju mengandung karbohidrat sederhana dan gula yang sangat tinggi. Konsumsi gula berlebih menyebabkan lonjakan glukosa darah secara mendadak. Untuk mengatasinya, tubuh memproduksi hormon insulin dalam jumlah besar. Penurunan gula darah yang drastis setelah lonjakan tersebut (sugar crash) justru membuat Anda merasa sangat lelah dan lemas.

3. Proses Pencernaan Lemak yang Berat

Santan dan daging berlemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh lambung dan usus. Proses pencernaan yang berat ini menuntut aliran darah lebih banyak terfokus ke sistem pencernaan. Akibatnya, aliran darah ke otak dan otot sedikit berkurang, yang secara medis menjelaskan kenapa Anda merasa malas bergerak dan ingin terus berbaring.

4. Perubahan Siklus Tidur (Circadian Rhythm)