POLA JABAR - Hubungan yang terjalin antara pemilik dan anjing adalah salah satu ikatan antartspesies yang paling unik dan mendalam di planet ini, melampaui sekadar status hewan peliharaan menjadi sebuah kemitraan emosional yang signifikan. Studi ilmiah, termasuk penelitian yang disoroti oleh Mayo Clinic, menegaskan bahwa ikatan ini bukan hanya fenomena psikologis, tetapi juga memiliki dasar biokimia dan fisiologis yang kuat.
Inti dari ikatan ini terletak pada pelepasan oksitosin, sering disebut sebagai "hormon cinta" atau "hormon ikatan", yang dilepaskan di otak kedua belah pihak, baik manusia maupun anjing, terutama selama interaksi yang hangat dan penuh kasih sayang.
Ketika seorang pemilik menatap mata anjingnya sebuah tindakan yang pada spesies lain bisa diartikan sebagai ancaman otak kedua belah pihak merespons dengan peningkatan kadar oksitosin, meniru ikatan antara orang tua dan bayi, sehingga memperkuat rasa saling percaya, kasih sayang, dan keterikatan emosional.
Ikatan emosional ini menghasilkan manfaat terapeutik yang signifikan, mempengaruhi kesehatan mental dan fisik pemilik secara positif. Kehadiran anjing diketahui dapat menjadi penyangga yang efektif terhadap stres dan kesepian. Interaksi sederhana, seperti mengelus bulu anjing atau bermain lempar tangkap, telah terbukti memicu penurunan yang nyata pada kadar kortisol (hormon stres) dalam aliran darah manusia.
Bersamaan dengan penurunan kortisol, terjadi pula peningkatan pada kadar dopamin dan serotonin, neurotransmiter yang bertanggung jawab atas perasaan senang dan ketenangan.
Dengan demikian, anjing berfungsi sebagai mekanisme coping alami yang dapat diakses, menawarkan kenyamanan tanpa penghakiman dan mengurangi perasaan isolasi, yang sangat krusial dalam masyarakat modern di mana tingkat stres dan masalah kesehatan mental semakin meningkat.
Lebih lanjut, dampak positif hubungan pemilik-anjing tidak hanya terbatas pada mood dan hormon, tetapi meluas ke fungsi kardiovaskular dan gaya hidup sehari-hari. Berbagai penelitian yang didukung oleh sumber medis seperti Mayo Clinic telah menunjukkan bahwa pemilik anjing cenderung memiliki tekanan darah yang lebih rendah, kadar kolesterol yang lebih baik, dan risiko penyakit jantung yang lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki anjing.
Sebagian besar manfaat fisik ini berasal dari peningkatan aktivitas fisik yang tidak terhindarkan pemilik anjing harus rutin mengajak anjing mereka berjalan-jalan atau bermain di luar, yang secara otomatis mendorong mobilitas dan latihan bagi si pemilik.
Tindakan jalan-jalan rutin ini, ditambah dengan kebutuhan untuk merawat makhluk hidup lain, memberikan tujuan dan struktur harian, yang merupakan elemen penting dalam mempertahankan kesehatan emosional dan stabilitas mental, menegaskan peran anjing sebagai aset kesehatan yang terintegrasi dan berharga.***