POLA JABAR - Melihat garis atau bercak hitam muncul di bawah kuku, baik kuku tangan maupun kuku kaki, sering kali menimbulkan kekhawatiran. Kondisi ini, yang dikenal secara medis sebagai melanonychia atau hematoma subungual (jika disebabkan memar), memiliki spektrum penyebab yang sangat luas.
Perubahan warna ini bisa saja berasal dari cedera fisik yang sepele, tetapi juga bisa menjadi tanda peringatan untuk kondisi yang jauh lebih serius seperti melanoma subungual, salah satu bentuk kanker kulit yang agresif. Memahami perbedaan antara penyebab-penyebab ini sangat penting untuk penanganan yang tepat dan cepat.
Sebagian besar kasus kuku hitam memang disebabkan oleh cedera atau trauma (disebut hematoma subungual). Misalnya, jari kaki terbentur, jari tangan terjepit pintu, atau tekanan berulang akibat sepatu yang terlalu sempit.
Trauma ini menyebabkan pembuluh darah kecil di bawah lempeng kuku pecah, mengeluarkan darah yang kemudian membeku dan terlihat sebagai bercak hitam atau ungu kehitaman. Biasanya, bercak ini akan tumbuh seiring pertumbuhan kuku dan hilang seiring waktu.
Namun, mengabaikan perubahan warna ini bisa berakibat fatal. Skin Cancer Foundation secara tegas menyarankan agar setiap perubahan warna kuku yang tidak jelas penyebabnya diperiksakan ke dokter kulit.
Melanoma, kanker kulit paling mematikan, bisa muncul sebagai garis atau bercak hitam yang tampaknya tidak berbahaya. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda yang membedakan cedera biasa dari potensi melanoma adalah kunci utama pencegahan dan deteksi dini.
Penyebab Umum Kuku Hitam (Hematoma Subungual)
Penyebab paling sering dari kuku hitam adalah trauma. Ketika darah terperangkap di bawah kuku, warna yang muncul bervariasi dari merah tua, ungu, hingga hitam pekat.
Trauma Akut: Kejadian mendadak seperti terjepit, terhantam benda berat, atau menjatuhkan sesuatu di atas jari kaki.